Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Heboh Video Dugaan Perselingkuhan, Oknum Komisioner KPU Tanah Bumbu Beri Klarifikasi

Redaksi Prokal • Sabtu, 2 Mei 2026 | 10:10 WIB
ilustrasi video
ilustrasi video

PROKAL.CO- Dunia maya di Kalimantan Selatan tengah dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 23 detik yang merekam aksi seorang istri menyergap suaminya, yang diketahui merupakan oknum Komisioner KPU Kabupaten Tanah Bumbu berinisial MB. Insiden yang terjadi di depan sebuah minimarket di kawasan Jalan Ahmad Yani, Batulicin tersebut, menjadi viral lantaran sang istri secara terang-terangan menuding suaminya hendak melangsungkan pernikahan secara diam-diam. Dalam rekaman itu, sang istri berulang kali menyebut jabatan MB sembari meluapkan kekecewaannya di depan publik.

Menanggapi video yang kadung tersebar luas, MB akhirnya buka suara dan membenarkan bahwa sosok pria yang berada di samping mobil putih dalam video tersebut adalah dirinya. Namun, ia membantah keras narasi perselingkuhan yang berkembang liar di media sosial. Menurut MB, keberadaannya di lokasi tersebut sebenarnya adalah untuk menunggu rekan-rekan aktivis guna berdiskusi mengenai gagasan sistem pemilu, bukan untuk urusan asmara sebagaimana yang dituduhkan. "Benar, itu saya. Dan yang merekam juga memang istri saya. Namun saat itu saya sedang menunggu teman untuk ngopi dan diskusi, memang ada teman perempuan di situ," jelas MB pada Jumat petang.

MB menjelaskan bahwa aksi penyergapan tersebut dipicu oleh masalah internal keluarga yang sedang mereka hadapi, sehingga sang istri menaruh kecurigaan yang berlebihan. Ia mengaku sengaja memilih lebih banyak diam saat kejadian berlangsung karena sadar berada di ruang publik dan tidak ingin memicu keributan yang lebih besar. “Banyak orang di sana, jadi saya lebih baik diam. Kalau dijelaskan saat itu, bisa makin melebar,” tambahnya sembari menegaskan bahwa masalah tersebut sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan sesaat setelah kejadian.

Lebih lanjut, MB menyayangkan potongan video yang beredar karena dianggap tidak menggambarkan fakta yang utuh. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan malam itu sejatinya bertujuan membahas konsep hybrid electoral system demi efisiensi pemilu masa depan. Meskipun peristiwa ini dikabarkan terjadi sekitar dua minggu lalu, gelombang unggahan di media sosial baru mencuat beberapa hari terakhir. MB pun berharap masyarakat tidak lagi menggiring narasi miring yang menyudutkan integritas pribadi maupun institusinya sebelum mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#tanah bumbu