PROKAL.CO- Geliat ekonomi di Kalimantan Utara pada Maret 2026 menunjukkan tren kenaikan harga yang cukup signifikan di berbagai sektor. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, angka inflasi tahunan di provinsi ini menyentuh 3,12 persen. Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang merangkak naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari biaya jasa hingga komoditas pangan pokok.
Kejutan muncul dari kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi, dengan lonjakan mencapai 14,60 persen. Fenomena ini memberikan andil besar terhadap angka inflasi umum di Kaltara, disusul oleh sektor kesehatan serta biaya kebutuhan dasar rumah tangga seperti air dan listrik. Kenaikan tarif rumah sakit dan perhiasan emas juga tercatat sebagai komoditas dominan yang mendorong laju harga sepanjang setahun terakhir, menciptakan tantangan tersendiri bagi daya beli masyarakat.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, menjelaskan bahwa pergerakan harga komoditas pangan seperti daging ayam ras, telur, dan beras turut memberikan tekanan pada inflasi tahunan. Namun, di tengah kenaikan tersebut, sektor transportasi udara dan bensin menjadi faktor yang lebih menonjol dalam memicu inflasi bulanan pada Maret 2026. Menariknya, komoditas sayur-mayur seperti cabai rawit, sawi hijau, dan kangkung justru berperan sebagai penahan laju inflasi, memberikan sedikit ruang napas bagi pengeluaran dapur warga.
Meskipun sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami kenaikan, terdapat sektor yang justru mencatatkan penurunan harga atau deflasi, seperti kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran beban ekonomi yang tidak merata di tengah masyarakat. Dengan inflasi tahun kalender yang sudah mencapai 1,14 persen, pemerintah daerah kini dihadapkan pada tugas penting untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama agar pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara tetap terjaga di jalur yang positif. (*)
Editor : Indra Zakaria