Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Standar Higiene Belum Terpenuhi, Operasional Delapan Dapur Makan Bergizi Gratis di Kalteng Dihentikan Sementara

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 18:15 WIB
Ilustrasi MBG.
Ilustrasi MBG.

 
PROKAL.CO- Langkah tegas diambil otoritas pengawas gizi di Kalimantan Tengah dengan menghentikan sementara operasional delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai awal April 2026. Keputusan ini dipicu oleh temuan di lapangan yang menunjukkan sejumlah fasilitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memenuhi standar Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) serta belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Di Kabupaten Lamandau, penghentian ini berdampak langsung pada dapur SPPG yang berlokasi di Nanga Bulik. Pihak sekolah pun telah memberikan sosialisasi kepada orang tua siswa terkait jeda operasional ini guna keperluan perbaikan sistem pembuangan limbah dan area pencucian agar sesuai dengan standar kesehatan yang ketat. Kepala Dapur SPPG Nanga Bulik, Ayu Mutiara Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya meminimalkan risiko terhadap kualitas produksi dan keamanan pangan bagi para pelajar. Ia menekankan pentingnya perbaikan IPAL agar sesuai standar demi menjaga mutu gizi dan keselamatan konsumsi.

Kebijakan ini mengacu pada Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026 yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional. Berdasarkan laporan koordinasi regional, selain di Nanga Bulik, tujuh titik lainnya yang juga harus berhenti beroperasi sementara meliputi SPPG Pahandut Panarung 6 dan SPPG Pahandut Langkai 6 di Palangka Raya, SPPG Manuhing di Gunung Mas, SPPG Selat di Kapuas, SPPG Kahayan Hilir di Pulang Pisau, SPPG Murung di Murung Raya, serta SPPG Seruyan Hilir di Kuala Pembuang.

Meskipun penghentian ini disayangkan oleh sejumlah pelajar yang baru saja merasakan manfaat program, sebagian besar orang tua siswa justru menyatakan dukungannya. Mereka menilai aspek kebersihan dan sanitasi dapur adalah hal yang mutlak demi menjamin kesehatan anak-anak mereka agar terhindar dari risiko penyakit akibat dapur yang bermasalah. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan kedelapan SPPG tersebut akan kembali beroperasi normal karena pihak pengelola masih fokus melakukan perbaikan infrastruktur sanitasi agar program pemenuhan gizi dapat berjalan secara aman dan berkualitas. (mex/yit)

Editor : Indra Zakaria
#Mbg #kalteng