Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kian Meresahkan, Kemunculan Buaya Muara di Sungai Kumai Dekati Pasar dan Pelabuhan TPI

Redaksi Prokal • Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi buaya. (AI)
Ilustrasi buaya. (AI)

PANGKALAN BUN – Kemunculan beberapa ekor buaya muara di perairan Sungai Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kian memicu keresahan warga setempat. Merespons ancaman keselamatan tersebut, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kalimantan Tengah bersama Polsek Kumai bergerak cepat mengeluarkan imbauan kewaspadaan tingkat tinggi kepada masyarakat.

Langkah antisipasi ini diambil setelah terpantau adanya lebih dari satu ekor buaya yang nekat mendekati area padat aktivitas warga. Beberapa titik rawan yang menjadi lokasi kemunculan predator tersebut di antaranya adalah kawasan sekitar Pelabuhan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kumai dan Pasar Cempaka Kumai. Sebagai bentuk peringatan dini, petugas gabungan telah memasang sejumlah spanduk larangan dan peringatan di titik-titik krusial, termasuk di dekat dermaga keberangkatan menuju Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Kumai.

Pranata dari BPSPL KKP Kalimantan Tengah, Prio Sambodo, menjelaskan bahwa meski Sungai Kumai merupakan habitat asli satwa tersebut, kehadiran mereka kali ini terbilang lebih berisiko karena posisinya yang semakin dekat dengan pemukiman di sepanjang bantaran sungai. Berdasarkan laporan dari warga, salah satu buaya bahkan diketahui sudah lama bersarang di bawah struktur bangunan Pelabuhan TPI.

Guna menghindari terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar, pihak BPSPL mengimbau keras agar warga menghentikan sementara aktivitas di dalam air seperti berenang atau memancing, terutama di lokasi-lokasi sepi dan minim penerangan saat malam hari. Selain itu, para pedagang dan nelayan juga diminta dengan sangat untuk tidak membuang sampah sisa bongkar muat ikan ke aliran sungai, sebab tumpukan limbah organik tersebut diduga kuat menjadi magnet yang mengundang buaya untuk terus mendekat ke tepian perairan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#buaya #sampit #kumai