Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kian Meluas dan Sulit Dijangkau, BPBD Kotim Minta Bantuan Helikopter Water Bombing

Redaksi Prokal • Rabu, 8 Juli 2026 | 11:30 WIB
Kebakaran hutan dan lahan.
Kebakaran hutan dan lahan.

SAMPIT — Eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin mengkhawatirkan dalam sepekan terakhir. Menghadapi titik api yang kian meluas dan sulit ditembus lewat jalur darat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim akhirnya resmi mengajukan bantuan armada helikopter water bombing ke tingkat provinsi.

Langkah pengeboman air dari udara ini disiapkan sebagai opsi pamungkas demi menjinakkan amukan si jago merah yang melumat kawasan Eka Bahurui.

Titik Api Sulit Ditembus Jalur Darat

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, membenarkan bahwa intensitas kemunculan titik api di wilayahnya mengalami lonjakan tajam dalam satu minggu belakangan. Meskipun tim darat telah memeras keringat di lapangan, keterbatasan akses geografis membuat beberapa titik kebakaran mustahil dipadamkan dengan selang pemadam biasa.

"Sejak satu minggu ini Kabupaten Kotim sudah banyak kejadian karhutla. Ada yang dapat kami tangani, ada juga yang tidak dapat kami tangani," kata Multazam saat membeberkan peta kendala di lapangan pada Selasa (7/7/2026). Menyikapi kondisi kritis tersebut, BPBD Kotim langsung membangun koordinasi intensif dengan jajaran atas sejak Senin lalu guna meminta sokongan logistik udara dari Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.

"Sejak kemarin kami berkomunikasi dengan Posko Bencana Karhutla Provinsi Kalteng untuk dapat dibantu unit heli water bombing. Ini adalah upaya terakhir kami untuk memadamkan daerah Eka Bahurui," ujar Multazam mengonfirmasi pengajuan bantuan tersebut.

Sebelum baling-baling helikopter pembawa air tersebut dikerahkan ke langit Kotim, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim terlebih dahulu diterjunkan ke jantung lokasi kebakaran di Eka Bahurui. Petugas lapangan ini berkewajiban melakukan pemetaan taktis terkait arah angin, luasan riil kebakaran, hingga ketersediaan sumber air terdekat.

"Pagi ini TRC akan melakukan kaji cepat di daerah Eka Bahurui," ucap Multazam memaparkan langkah teknis timnya.  Terkait jadwal pasti kapan helikopter tersebut akan mulai melepaskan bom air di atas lahan yang terbakar, pihak daerah sepenuhnya menyerahkan keputusan pada kesiapan komando di ibu kota provinsi. "Untuk pergerakan water bombing masih menunggu informasi terbaru hasil kaji cepat lapangan dan rencana operasi bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah," jelas Multazam menambahkan mengenai birokrasi operasi udara.

Di akhir penjelasannya, Multazam mengetuk hati seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait untuk bahu-bahu menjaga lingkungan serta tidak memicu percikan api baru di tengah musim kering ini. Ia berharap sinergi yang kuat dapat segera mengendalikan situasi darurat ini sebelum kabut asap mencemari kualitas udara kota. 

"Kami mohon dukungan dan doa. Mudah-mudahan situasi ini dapat terkendali," pungkas Multazam. (*)

Editor : Indra Zakaria
#sampit