KASONGAN — Perburuan besar-besaran yang dilakukan tim gabungan Polda Kalimantan Tengah terhadap sindikat narkoba berdarah di Desa Tumbang Kalemei mulai membuahkan hasil gemilang. Tiga orang pria yang diduga kuat sebagai eksekutor utama pembantaian tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan berhasil diringkus di tengah hutan belantara pada Rabu (8/7/2026) dini hari.
Kabar keberhasilan operasi senyap ini langsung beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp internal kepolisian. Dalam foto dan video yang beredar, tampak sejumlah personel bersenjata lengkap mengamankan tiga pria dalam kondisi bertelanjang dada di area vegetasi hutan lebat.
Predator Sang Eksekutor Tak Berkutik di Tengah Hutan
Keberhasilan ini disambut haru oleh jajaran kepolisian yang kehilangan rekan sejawat mereka, yakni Aiptu Anumerta Yudhie Perdana, Ipda Anumerta Sumariyanto, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana.
"Alhamdulillah dapat predator sang eksekutor pembunuh polisi. Puji Tuhan, negara gak boleh kalah sama preman dan narkoba," bunyi pesan berantai yang beredar di kalangan petugas dan masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas ketegasan hukum di lapangan. Hingga Rabu pagi, pihak Polres Katingan maupun penasihat humas Polda Kalteng memang belum merilis secara resmi identitas lengkap dari ketiga buron yang baru ditangkap tersebut. Namun, penangkapan ini memastikan bahwa dari daftar manifes pelaku penyerangan, kini total sudah ada 6 orang yang berhasil dijebloskan ke balik jeruji besi.
Nyanyian Tersangka Robi Seret Para Pemegang Parang
Sebelum operasi penangkapan di hutan ini sukses dieksekusi, tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum telah lebih dulu mengamankan tiga pelaku awal, yaitu Saldy, Robi, dan seorang berinisial N. Peta pelarian para eksekutor ini mulai terbaca setelah salah satu tersangka, Robi, bernyanyi di ruang penyidik dan membocorkan nama-nama komplotannya yang berada di atas perahu mesin (alkon) saat mengejar petugas.
Robi dengan gamblang menyeret empat nama kaki tangan bandar yang diduga kuat melakukan penganiayaan sadis menggunakan senjata tajam jenis parang, yakni Bio, Ramblan alias Busu, Darius alias Iyus, dan Yadi. Diduga kuat, tiga dari empat nama yang dibocorkan tersebut adalah pria-pria yang berhasil diringkus petugas di dalam hutan semalam.
Tragedi gugurnya tiga bintara terbaik polri dalam tugas suci ini dipastikan tidak akan membuat nyali kepolisian mengerut. Sebaliknya, insiden berdarah di Tumbang Kalemei ini justru memicu genderang perang yang jauh lebih tabuh terhadap peredaran gelap narkotika di bumi Tambun Bungai. Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan dengan sangat bertenaga bahwa institusinya menolak tunduk pada intimidasi ataupun perlawanan fisik dari kelompok kriminal mana pun.
"Kami tidak akan mundur dalam penindakan terhadap para pelaku narkoba," kata Irjen Pol Iwan Kurniawan dengan nada tegas menanggapi kelanjutan kasus ini.
Polda Kalteng menjamin seluruh aktor yang terlibat, baik yang merencanakan, memprovokasi warga dengan meneriaki petugas 'perampok', hingga para eksekutor di lapangan, akan diseret ke pengadilan untuk menerima sanksi hukum maksimal tanpa ada toleransi sedikit pun. (*)
Editor : Indra Zakaria