Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kolaborasi dengan Media, BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Dorong Perlindungan Pekerja

Wawan • Rabu, 4 Maret 2026 - 23:52 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan terus berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya perlindungan tenaga kerja
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan terus berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya perlindungan tenaga kerja

 

PROKAL.co, Tarakan – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan terus berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya perlindungan tenaga kerja. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan media gathering bersama puluhan wartawan di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (3/3/2026).

Mengusung tema “Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Media dalam Memperkuat Literasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Wilayah Kalimantan Utara”, kegiatan ini dihadiri insan pers dari media cetak, elektronik, hingga digital sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis dalam penyebaran informasi publik.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan, Masbuki, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi komunikasi kelembagaan untuk membangun hubungan yang lebih solid dan terbuka dengan media.

“Kami memandang media sebagai mitra strategis yang berperan besar dalam memastikan pesan kami tersampaikan dengan baik kepada publik,” ujar Masbuki.

Ia menjelaskan, optimalisasi komunikasi publik perlu dibangun melalui ruang dialog yang setara dan konstruktif. Media gathering ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas berbagai tantangan dalam penyampaian informasi terkait program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurutnya, kesamaan pemahaman sangat penting agar pemberitaan tetap berimbang, akurat, dan tidak menimbulkan tafsir keliru di tengah masyarakat.
“Kami ingin informasi yang beredar benar-benar akurat, edukatif, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tegasnya.

Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan perkembangan program, kebijakan terbaru, serta capaian BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kalimantan Utara. Dalam hal ini, media dinilai sebagai perpanjangan tangan yang efektif dalam membangun literasi publik mengenai hak dan kewajiban pekerja.

Masbuki merinci, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman media terhadap kebijakan BPJS Ketenagakerjaan, memperkuat koordinasi komunikasi antara kantor pusat dan wilayah, serta membangun kolaborasi yang berdampak pada peningkatan kualitas publikasi.

Tak hanya itu, forum tersebut juga membuka ruang diskusi dua arah mengenai isu komunikasi, tantangan penyebaran informasi, hingga strategi meningkatkan literasi jaminan sosial secara lebih efektif.
“Kami ingin hubungan ini tidak hanya sebatas publikasi, tetapi juga kolaborasi jangka panjang,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Masbuki juga menyoroti masih perlunya peningkatan cakupan kepesertaan di Kalimantan Utara, khususnya bagi pekerja sektor informal, Bukan Penerima Upah (BPU), dan sektor jasa konstruksi yang memiliki risiko kerja tinggi.

“Tantangan kami ada pada perluasan kepesertaan, terutama di sektor informal yang jumlahnya cukup besar,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Digitalisasi, Human Capital dan Aset BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, Ken Maharani, menekankan pentingnya peran media di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketepatan, kecepatan, sekaligus kredibilitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Media adalah rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang dapat dipercaya,” kata Ken.

Ia menambahkan, transformasi media ke ranah digital membuka peluang besar dalam menjangkau generasi muda pekerja serta sektor informal. Karena itu, ia berharap media mampu mengemas informasi secara lebih edukatif dan humanis agar mudah dipahami berbagai kalangan.

“Kami berharap pesan yang kami sampaikan bisa diterima secara luas dan mendorong masyarakat untuk aktif terdaftar dalam program jaminan sosial,” tuturnya.

Berdasarkan data internal BPJS Ketenagakerjaan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 177 pemberitaan positif terkait aktivitas dan program Cabang Tarakan. Capaian ini menjadi indikator terjalinnya komunikasi yang baik antara lembaga dan insan pers di daerah.

Ke depan, angka tersebut diharapkan terus meningkat sebagai bagian dari penguatan literasi publik.
“Capaian ini menunjukkan kemitraan yang sudah terbangun dengan baik dan perlu terus kita tingkatkan,” lanjutnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan, Ady Hendratta, menegaskan bahwa kolaborasi dengan media merupakan langkah strategis dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya di wilayah Kalimantan.

“Kami melihat kolaborasi dengan media sebagai kunci dalam meningkatkan literasi masyarakat. Dengan informasi yang tepat dan masif, kami optimistis cakupan kepesertaan akan terus meningkat, terutama di sektor informal,” ujar Ady.

Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong seluruh jajaran untuk aktif membangun komunikasi yang inklusif dan berkelanjutan dengan media sebagai mitra strategis.

Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan Tarakan kembali menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog yang inklusif bersama media. Sinergi yang terjalin diyakini menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi jaminan sosial serta mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi pekerja di Kalimantan Utara.

“Kami ingin kolaborasi ini menjadi fondasi kuat dalam mendukung perlindungan pekerja secara berkelanjutan,” tutup Masbuki.

Editor : Wawan
#bpjs ketenagakerjaan