PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Musim di atas tanah Kalimantan Timur (Kaltim) mulai beralih. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem seiring imbas dimulainya peralihan musim itu.
Perubahan pola angin yang tidak menentu terpantau sejak beberapa hari terakhir menjadi indikasi utama fase transisi ini.
Prakirawan Cuaca BMKG, Henu Aulia, menjelaskan pola angin yang inkonsisten memicu munculnya potensi cuaca berbahaya. Kondisi ini dapat menyebabkan hujan lebat yang disertai dengan angin kencang di berbagai wilayah Kaltim.
Baca Juga: Berpura-pura Jadi Pekerja Proyek, Empat Tersangka Pencuri Kabel Bawah Tanah Ditangkap
Pada masa ini, potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dapat berlangsung di beberapa wilayah.
“Masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul secara tiba-tiba,” katanya.
Berdasarkan pantauan cuaca pada Kamis (29/10/2026), kondisi udara kabur diperkirakan terjadi pada pagi hari. Kota Bontang berpotensi mengalami hujan ringan. Hal ini diprediksi akan berlanjut hingga siang dan sore hari.
Baca Juga: Cegah Kerusakan Berulang, DPRD Kukar Soroti Kualitas Pembangunan Turap
Sementara pada malam hari, hujan ringan berpeluang turun di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), diikuti Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) pada dini hari. Selain potensi hujan, BMKG juga menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih tinggi.
Khususnya di wilayah bagian timur dan selatan Kaltim yang masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar dalam sepekan ke depan.
Henu menegaskan, agar warga tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu api di area lahan. Pihaknya meminta masyarakat untuk terus memperbarui informasi melalui aplikasi resmi atau media sosial BMKG.
Baca Juga: Pemkab PPU Genjot Layanan Digital dan Bansos lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Di sisi lain, kondisi perairan di sepanjang Kaltim saat ini masih terpantau aman untuk aktivitas pelayaran. BMKG mencatat tinggi gelombang laut berada dalam kategori rendah dengan ketinggian maksimum mencapai 0,5 meter. (*)
Dina Angelina
Editor : Faroq Zamzami