Sebaiknya hindari mengonsumsi gorengan dan makanan berlemak saat berbuka puasa. Konsumsi makanan berlemak setelah berpuasa dapat meningkatkan produksi asam lambung, memicu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan.
Selain itu, konsumsi makanan yang digoreng dapat menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh, meningkatkan risiko obesitas.
-
Makanan yang tinggi gula
Anda mungkin familiar dengan pepatah "berbuka dengan yang manis." Walaupun disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka puasa, penting untuk memperhatikan porsinya agar tidak berlebihan dan meningkatkan risiko obesitas.
Pilihan yang baik untuk makanan atau minuman manis saat berbuka adalah buah-buahan seperti kurma, yang mengandung glukosa, sukrosa, fruktosa, serat, kalium, potasium, dan vitamin A. Jus buah seperti mangga, pepaya, atau pisang juga bisa menjadi alternatif yang sehat.
-
Makanan yang terlalu asam atau pedas
Makanan yang bersifat asam dan pedas diyakini dapat memicu gejala mag. Mag atau gastritis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada dinding lambung.
Meskipun makanan pedas tidak langsung menjadi penyebab mag, namun dapat memperburuk gejalanya. Ketika makanan pedas mencapai saluran pencernaan, dapat menyebabkan iritasi pada lapisan lambung.
Khususnya, konsumsi makanan pedas bersamaan dengan makanan asam dapat meningkatkan risiko iritasi (contohnya, saat makan rujak dengan buah yang asam dan bumbu pedas). Oleh karena itu, sebaiknya hindari makanan yang bersifat asam dan pedas saat berbuka puasa.
-
Minuman bersoda
Sebaiknya hindari minuman berkarbonasi saat berbuka puasa. Minuman ini mengandung gas karbon dioksida yang akan dilepaskan dalam lambung, meningkatkan produksi gas di saluran cerna. Hal ini dapat menyebabkan perut kembung, ketidaknyamanan, dan seringnya bersendawa.
-
Makanan berlemak
Tidak menjadi masalah jika ingin menikmati makanan berlemak saat berbuka puasa, tetapi sebaiknya batasi konsumsinya. Makanan berlemak dapat memberatkan kerja lambung, menurunkan selera makan, dan meningkatkan risiko penyakit lain seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
-
Mie instan
Makanan instan mie memang populer karena rasanya yang lezat dan kemudahannya. Namun, perlu diingat bahwa mengonsumsi mie instan dapat menghambat penyerapan nutrisi penting dari makanan lain. Sebaiknya, hindari mie instan agar tubuh bisa memperoleh nutrisi yang cukup setelah berpuasa.
Bagaimana Jika Berbuka dengan Durian?
Ketika berbuka puasa, seseorang seringkali merasa lemah secara fisik dan mental, sehingga otak mengirimkan sinyal untuk segera makan.
Hal ini menyebabkan dorongan untuk mengonsumsi segala jenis makanan yang tersedia, yang dikenal sebagai lapar mata. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua makanan cocok untuk dikonsumsi saat berbuka puasa, seperti buah durian.
Dikutip dari suratdokter.com, Sabtu (23/3), durian, dengan tekstur lembut, rasa manis, dan aroma khasnya, menjadi daya tarik bagi banyak orang. Namun, apakah aman dikonsumsi saat berbuka puasa?
Selama berpuasa, perhatian terhadap makanan yang dikonsumsi menjadi penting, terutama bagi mereka yang memiliki masalah lambung. Durian, meskipun kaya akan gizi seperti energi, karbohidrat, vitamin C, Vitamin B6, dan kalium, juga mengandung gas serta tidak disarankan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Ahli gizi, Moehammad Rizal, menyarankan bahwa setelah berpuasa, tubuh membutuhkan karbohidrat dalam jumlah tepat untuk mengembalikan kadar gula yang hilang. Durian, sebagai buah fermentasi, dapat menyebabkan peningkatan asam lambung, yang bisa mengganggu kesehatan.
Konsultasikan pilihan makanan yang lebih aman untuk lambung, seperti kurma, air hangat, atau puding. Mengonsumsi durian secara berlebihan juga dapat menyebabkan mabuk durian, dimana tubuh merasakan perut kembung, mual, bahkan muntah.
Kandungan glukosa dan fruktosa dalam durian bisa menyebabkan penumpukan gula dalam usus, yang pada gilirannya menyebabkan perut kembung karena produksi gas. Berlebihan mengonsumsi durian bahkan bisa berakibat fatal, termasuk risiko kematian.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga konsumsi makanan dalam batas yang wajar untuk menjaga kesehatan dan aktivitas tubuh yang optimal.
Bagi Anda yang sedang menjalani ibadah puasa, penting untuk memperhatikan pilihan makanan dan minuman saat sahur dan berbuka. Menghindari menu buka puasa seperti di atas akan membantu menjaga kelancaran puasa, kenyamanan, dan mencegah berbagai masalah kesehatan. (*)