Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sering Disangka Lelah Biasa, Waspadai 7 Tanda Tersembunyi Diabetes yang Jarang Disadari

Redaksi Prokal • Rabu, 10 Juni 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi tes darah pada penderita diabetes (freepik.com)
Ilustrasi tes darah pada penderita diabetes (freepik.com)

PROKAL.CO- Diabetes sering kali dijuluki sebagai silent killer karena kondisinya kerap berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala yang mencolok. Akibatnya, banyak orang mengabaikan tanda-tanda awal yang muncul, padahal gula darah yang tidak terkontrol secara bertahap terus merusak sistem organ di dalam tubuh jauh sebelum vonis dokter dijatuhkan.

Mengenali sinyal-sinyal halus dari tubuh sejak dini menjadi kunci utama untuk mengambil langkah pencegahan yang tepat. Melansir dari saluran kesehatan YourTango, berikut adalah tujuh tanda diabetes yang menurut para ahli medis sering muncul sebagai peringatan pertama, namun kerap disalahartikan sebagai keluhan kesehatan biasa.

1. Kelelahan Ekstrem yang Tak Kunjung Hilang

Rasa lelah akibat diabetes memiliki karakteristik yang berbeda dengan lelah setelah beraktivitas fisik biasa. Kelelahan ini tidak akan membaik walau Anda sudah tidur nyenyak dan beristirahat dengan cukup. Dokter Romi Chopra menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh ketidakmampuan tubuh dalam menggunakan glukosa secara efisien. Akibatnya, sel-sel tubuh kehabisan bahan bakar dan kekurangan energi meskipun Anda sudah makan dengan teratur.

2. Haus yang Tak Pernah Tuntas dan Sering Buang Air Kecil

Saat kadar gula di dalam darah melonjak tinggi, ginjal dipaksa bekerja ekstra keras untuk menyaring dan membuangnya. Ketika kapasitas ginjal melampaui batas, gula tersebut akan dibuang bersama urin dengan menarik cairan tubuh lainnya. Siklus inilah yang membuat penderita diabetes mengalami dehidrasi hebat, terus-menerus merasa haus yang ekstrem, serta intensitas buang air kecil yang melonjak tajam, terutama di malam hari.

3. Selalu Lapar Namun Berat Badan Malah Merosot

Kehilangan banyak kalori melalui urin memicu tubuh untuk terus mengirimkan sinyal lapar ke otak. Di waktu yang sama, hormon insulin gagal memasukkan gula ke dalam sel sehingga tubuh tetap merasa kelaparan meski Anda baru saja selesai makan besar. Kombinasi antara nafsu makan yang melonjak drastis disertai penurunan berat badan yang drastis tanpa direncanakan adalah alarm kuat yang wajib diwaspadai.

4. Penglihatan Menjadi Kabur dan Berubah-ubah

Tingginya kadar glukosa dalam darah ternyata bisa menarik cairan dari berbagai jaringan tubuh, termasuk dari lensa mata yang sangat sensitif. Perubahan volume cairan pada lensa mata inilah yang memicu gangguan penglihatan, membuat pandangan menjadi kabur atau mendadak berubah-ubah tanpa sebab yang jelas. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko merusak pembuluh darah mata secara permanen.

5. Munculnya Garis Horizontal pada Kuku (Beau's Lines)

Garis-garis horizontal yang memotong permukaan kuku jari tidak boleh disepelekan jika muncul bukan karena benturan atau trauma fisik. Seorang pakar kesehatan, Caleb Backe, memperingatkan bahwa kemunculan garis yang dikenal sebagai Beau's lines ini bisa menjadi indikator adanya gangguan kesehatan sistemik yang serius di dalam tubuh, salah satunya adalah gejala diabetes.

6. Aroma Napas Wangi seperti Buah di Pagi Hari

Jika Anda mendapati napas beraroma manis atau seperti buah-buahan saat bangun tidur, hal itu bukan tanda kebersihan mulut yang baik. Backe menjelaskan bahwa aroma manis tersebut bisa menjadi indikasi awal pradiabetes. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tubuh yang kelaparan glukosa mulai membakar lemak sebagai sumber energi alternatif, yang kemudian menghasilkan senyawa keton berbau khas melalui embusan napas.

7. Kesemutan, Mati Rasa, atau Rasa Terbakar pada Kaki

Sensasi aneh seperti kesemutan, mati rasa, atau rasa panas terbakar yang menyerang area kaki merupakan indikasi kuat bahwa kadar gula darah tinggi telah mulai merusak jaringan saraf. Kerusakan sistem saraf dan pembuluh darah akibat diabetes umumnya selalu dimulai dari area tubuh yang paling ujung atau terjauh, seperti jari-jari kaki. Mengabaikan gejala yang berlangsung berminggu-minggu ini bisa memperparah kerusakan saraf secara permanen. (*)

Editor : Indra Zakaria
#diabetes