Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bebas Kacamata dan Silinder: Intip Prosedur LASIK Modern dan 5 Persiapan Wajib Sebelum Operasi

Redaksi Prokal • Rabu, 17 Juni 2026 | 10:00 WIB
Dokter melakukan tindakan operasi mata katarak di RS Puri Cinere, Depok, Jawa Barat. (Dok JawaPos.com)
Dokter melakukan tindakan operasi mata katarak di RS Puri Cinere, Depok, Jawa Barat. (Dok JawaPos.com)

PROKAL.CO- Memiliki penglihatan yang jernih tanpa ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak kini menjadi dambaan banyak orang. Salah satu solusi medis paling populer untuk mengatasi gangguan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan mata silinder (astigmatisme) adalah melalui prosedur LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis). Operasi ini mengandalkan teknologi laser untuk membentuk kembali kornea mata agar cahaya dapat jatuh tepat pada retina.

Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Devina Nur Annisa, Sp.M (K), menjelaskan bahwa LASIK tidak sekadar memperbaiki ketajaman penglihatan, melainkan juga mendongkrak kenyamanan pasien dalam beraktivitas sehari-hari. Namun, ia mengingatkan bahwa sebelum melangkah ke meja operasi, pasien wajib memahami seluruh manfaat, proses, kriteria kelayakan, hingga potensi efek sampingnya melalui konsultasi mendalam.

Perjalanan menuju mata sehat diawali dengan persiapan yang matang melalui lima tahapan pemeriksaan pra-LASIK yang komprehensif. Rangkaian ini meliputi pemeriksaan refraksi untuk mengukur ketajaman penglihatan, serta pemeriksaan pentacam dan biometri guna menilai bentuk, ketebalan kornea, dan ukuran struktur mata. Selain itu, ada pula tes keratograph untuk mengecek kondisi permukaan mata serta pemeriksaan fundus guna memastikan kesehatan retina secara keseluruhan.

Kandidat yang ideal untuk menjalani LASIK umumnya harus berusia minimal 18 hingga 20 tahun dengan ukuran kacamata yang sudah stabil setidaknya selama satu tahun terakhir. Ketebalan kornea yang cukup juga menjadi syarat mutlak, di samping mata harus bebas dari infeksi berat, glaukoma, gangguan retina, maupun sindrom mata kering yang parah. Bagi wanita hamil, prosedur ini belum dianjurkan karena fluktuasi hormonal selama masa kehamilan dapat memengaruhi stabilitas ukuran mata.

Prosedur LASIK sendiri tergolong sangat singkat, yakni hanya memakan waktu sekitar 10 hingga 20 menit untuk kedua mata. Prosesnya dimulai dengan pemberian obat tetes anestesi agar pasien tidak merasa sakit, diikuti pembuatan lapisan tipis (flap) pada kornea. Setelah laser bekerja membentuk ulang jaringan kornea, lapisan tersebut dikembalikan ke posisi semula dan dapat melekat kembali secara alami tanpa membutuhkan jahitan sama sekali.

Pasca-operasi, pasien memasuki masa pemulihan awal yang krusial. Dr. Devina mengimbau pasien untuk disiplin menggunakan obat tetes mata sesuai resep dokter, menjaga higienitas area mata, menghindari riasan (makeup) di sekitar mata untuk sementara waktu, serta menjauhi aktivitas fisik berat dan berenang.

Menambahkan penjelasan tersebut, Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Ferdiriva Hamzah, Sp.M (K), menegaskan bahwa akurasi perencanaan pra-LASIK adalah fondasi utama kesuksesan tindakan. Di era modern ini, kecanggihan teknologi turut memegang peranan besar. RS Mata JEC @ Menteng misalnya, telah mengombinasikan teknologi canggih seperti Ziemer Femto LDV Z4 dan Alcon WaveLight Allegretto EX500 untuk menghadirkan layanan CoZi LASIK.

Sistem mutakhir ini mampu melacak pergerakan mata secara real-time selama operasi berlangsung, sehingga prosedur berjalan sangat presisi, cepat, dan nyaman. Kendati efektivitasnya sangat tinggi dengan proses pemulihan yang relatif kilat, dr. Ferdiriva tetap mewanti-wanti bahwa keputusan akhir berada di tangan dokter spesialis mata melalui skrining ketat, mengingat kondisi mata setiap individu sangatlah unik dan tidak semua orang bisa langsung menjalani LASIK. (*)

Editor : Indra Zakaria
#LASIK #Mata