Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Di Samarinda Seberang, Ayah Nodai Anak Tiri Sejak SD, Terbongkar karena Korban Takut Pulang ke Rumah

Redaksi Sapos • Sabtu, 17 Agustus 2024 - 00:00 WIB
ilustrasi pemerkosaan
ilustrasi pemerkosaan

 Trauma mendalam yang harus ditanggung remaja perempuan berusia 14 tahun -sebut saja namanya Kipas- sampai membuatnya takut untuk pulang ke rumah, Rabu (14/8) lalu. Bagaimana tidak sejak duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar (SD). Kipas dijadikan pelampiasan nafsu bejat ayah tirinya -sebut saja Asbak-.

Pria 31 tahun yang memiliki tato di badan kedua lengan tangannya itu, melakukan pencabulan terhadap putri tirinya di saat rumah mereka di kawasan Kecamatan Loa Janan Ilir (LOJI) dalam keadaan sepi. Untuk memuaskan nafsu bejatnya, Asbak menggunakan kalimat penuh ancaman yang membuat Kipas ketakutan hingga pasrah dan menanggung penderitaan itu bertahun-tahun lamanya.

Perubahan prilaku Kipas yang mendadak enggan pulang ke rumahnya itupun menjadi awal terbongkarnya perbuatan bejat Asbak selama ini. Ibu kandung Kipas, yang terheran-heran lantaran putrinya tak mau pulang. Menjadi waswas karena ketidakmauan Kipas pulang ke rumah itu justru dikabarkan oleh salah seorang Bhabinkamtibmas Polsek Seberang yang datang ke rumahnya.

"Kemudian ibu korban mendatangi korban di sekolah. Setelah mendengar penjelasandari teman curhat korban dan Bhabinkamtibmas kami serta pengakuan korban sendiri, akhirnya ibu korban memutuskan melaporkan kasus pencabulan itu ke Polsek Seberang," beber Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadly, melalui Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Bitab Riyani, Kamis (15/8).

Usai menerima laporan resmi ibu kandung Kipas. Polisi bergerak cepat mengamankan Asbak di rumahnya di hari yang sama. Penangkapan terhadap Asbak dilakukan dengan cepat, karena ada kekhawatiran Asbak melarikan diri. 

"Berdasarkan keterangan korban pencabulan dialaminya sejak duduk di bangku kelas 5 SD. Perbuatan itu (pencabulan, Red) selalu dilakukan pelaku dengan disertai ancaman, yang membuat korban ketakutan," jelas Bitab.  

Lanjut Bitab, untuk saat ini Asbak masih terus dimintai keterangan terkait dengan laporan istrinya yang merupakan ibu kandung Kipas. "Masih dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Dan kami juga sedang mengumpulkan bukti-bukti seperti pakaian yang digunakan korban ketika pencabulan terjadi," pungkasnya. (oke/beb)

 

 
Editor : Indra Zakaria