Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tiga Orang Anak di Sapta Marga Banjarbaru Tersambar Petir, Dua Meninggal Dunia, Satu Kritis

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • 2019-01-29 05:25:00

BANJARBARU - Cuaca buruk melanda Kalimantan Selatan. Yang paling bahaya adalah petir yang bisa tiba-tiba menyambar.

Seperti yang terjadi di Banjarbaru pada Senin (28/1) sore. Dua anak meregang nyawa di Jalan Sapta Marga, Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin. Sementara satu anak lain yang juga tersambar harus dirawat intensif di rumah sakit.

Kedua korban yang meninggal dunia adalah kakak beradik atas nama M Syahril F (13) dan M Revaldi A (9). Nyawa kedua kakak beradik ini tak tertolong meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Idaman usai tersambar petir. Sedangkan Rizal yang juga turut dilarikan ke RS berhasil diselamatkan.

Dari informasi yang dihimpun oleh wartawan di lapangan. Ketiga korban tersambar petir usai bermain sepak bola di lapangan seberang rumahnya. Saat itu mereka berada di bawah sebuah pohon dekat lapangan.

Ridwan Missie, Kakek dari dua korban yang meninggal menceritakan kejadian tersebut terjadi begitu tiba-tiba.

"Saat itu tidak hujan. Cuaca cukup cerah. Tiba-tiba suara petir sangat keras dan mendentum. Kaget sekali saya ketika sebabis salat Ashar di Masjid. Di benak juga mikir ini lokasinya sangat dekat" ceritanya.

Sontak petir itu membuat Ridwan keluar bangunan dan bergegas mau pulang ke rumahnya. Ridwan kaget dan bingung. Lantaran anaknya (putra dari kedua korban) nampak histeris. Sembari menggendong kedua korban yang sudah terlihat lemas tak berdaya.

"Saya lihat ayahnya histeris teriak-teriak. Langsung didatangi, ternyata cucu saya bersama temannya tersambar petir. Kita larikan ke RS saat itu juga," ingatnya.

Sayang kata Ridwan kedua cucunya tak terselamatkan. "Usai dinyatakan meninggal oleh rumah sakit. Langsung kita bawa ke rumah. Baru usai kejadian hujan cukup deras," ucapnya.

Kedua cucunya sendiri kenang Ridwan memang hobi bermain sepakbola. Bahkan mereka ikut SSB (Sekolah Sepak Bola) di Banjarbaru. Hampir setiap sore kedua cucunya juga bermain di lapangan seberang rumahnya bersama teman di area rumah.

Soal informasi bahwa kedua korban bermain handphone sebelum tersambar petir? Sepengetahuan Ridwan memang sepertinya begitu.

"Kalau itu jadi penyebab tersambar saya tidak tahu pasti. Tapi dari informasi yang kita tahu seperti itu, yang kakak bermain handphone," ujarnya.

Hilangnya nyawa kedua cucunya tersebut menciptakan kesedihan mendalam di keluarga. Pasalnya kedua korban merupakan anak laki-laki yang dimiliki keluarga. "Saya punya empat cucu, mereka berdua (korban) berada di tengah-tengah. Ada kakaknya cewek dan adik paling kecil juga cewek," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Suriannor A mengatakan memang sebelum tersambar petir, diantara ketiganya ada yang bermain handphone.

"Dari penuturan saksi, ia mendengar suara tembakan petir lalu tak lama ada seorang anak memberitahukan. ada tiga orang jadi korban. Saksi bergegas ke TKP dan langsung menolong korban dan dibawa ke RS," ucapnya.

Kapolres Banjarbaru, Ajun Komisaris Besar Polisi Kelana Jaya melalui Kapolsek Banjarbaru Barat, Komisaris Polisi Syaiful Bob menerangkan dari data yang mereka himpun, korban memang sempat memegang handphone.

"Dari keterangan saksi yang kita himpun. Korban saat itu tengah memakan buah rambutan dan handphone diletakkan di saku. Langsung petir menyambar mereka," ujarnya.

Musibah ini kata Bob sendiri jadi atensi bersama khususnya para orang tua yang punya buah hati. "Para orang tua harys memerhatikan anak-anak ketika bermain di luar. Apalagi cuaca hujan atau berkilat," pesannya.

Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Minggu (27/1) malam sekitar pukul 21.30 Wita. Angin kencang menyebabkan puluhan rumah di dua Kecamatan Daha atau Nagara rusak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan Bangsa dan Politik (PB Kesbangpol) HSS, Efran mengatakan total ada 35 unit bangunan rusak di dua Kecamatan Daha.

“Kecamatan Daha Selatan 14 unit dan Daha Utara 21 unit bangunan yang rusak,” ujarnya, Senin (28/1) sore.

Desa terdampak angin kencang di Kecamatan Daha Utara yaitu Desa Murung Raya, Balah Paikat, Sungai Mandala, Mandala Murung Masjid, Teluk Haur dan Paramaian. Bangunan yang rusak mulai rumah, TK PAUD sampai dermaga kecil.

Kerusakan bervariasi, ada rusak berat dan ringan. Sedangkan desa terdampak di Kecamatan Daha Selatan seperti Desa Pihanin Raya, Banjarbaru dan Bayanan.

Efran mengatakan tidak ada korban jiwa dari bencana ini. Hanya ada korban terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan bernama As’ari (40) warga Desa Murung Raya. “Korban sudah di rawat di rumah sakit Sejahtera,” tuturnya.

Bantuan untuk korban saat ini sudah mulai didistribusikan. “Bantuan dari Dinsos sudah. Dari Badan PB, Kesbangpol HSS rencana besok,” ucap Efran.

Para korban saat ini ada yang mengungsi dirumah keluarga terdekatnya dan ada juga tetap dirumah sendiri karena kerusakan tidak terlalu parah.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) HSS, Nordiansyah mengatakan bahwa sekolah TK PAUD di Desa Murung Raya yang rusak akibat angin kencang baru selesai dibangun.

“ Rencana baru digunakan tahun ini. Saat ini baru pengajuan izin operasional,” ujarnya, Senin (28/1) siang saat dikonfirmasi.

Angin kencang juga menerjang dua desa di Kabupaten Tanah Laut (Tala) pada Minggu malam (27/1) dan mengakibatkan puluhan rumah mengalami kerusakan pada

Diketahui, lokasi kejadian itu berada di Desa Tabanio Kecamatan Takisung dan Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari. Tidak hanya rumah yang mengalami kerusakan, namun beberapa pohon dan tiang listrik juga roboh yang membuat kawasan itu mengalami pemadaman listrik.

Diketahui, berdasarkan Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, untuk Desa Tabanio ada 55 rumah dihuni dengan 64 kepala keluarga yang menjadi korban puting beliung. Sedangkan Desa Panjaratan ada 17 rumah mengalami kerusakan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tala Hermiadi mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan untuk ditindaklanjuti instasinya bersama instansi terkait. (rvn/shn/ard/ay/ran)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#Kriminal Disambar Petir