Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sudah 8 Kali, Jembatan di Desa Alat Putus Lagi

miminradar-Radar Banjarmasin • Rabu, 26 Mei 2021 - 17:47 WIB
PUTUS LAGI: Jembatan darurat di Desa Alat RT 02, Kecamatan Hantakan putus lagi. Warga setempat meminta bantuan agar segera dibangunkan jembatan lagi. | Foto: JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN
PUTUS LAGI: Jembatan darurat di Desa Alat RT 02, Kecamatan Hantakan putus lagi. Warga setempat meminta bantuan agar segera dibangunkan jembatan lagi. | Foto: JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN

BARABAI- Jembatan darurat di Desa Alat RT 02, Kecamatan Hantakan lagi-lagi putus. Kejadian ini bukan yang pertama kali. Tercatat sudah delapan kali jembatan yang dibangun swadaya itu hanyut diterjang arus Sungai Hantakan yang deras.

Hal ini disebabkan hujan di wilayah pegunungan Meratus yang membuat debit air Sungai Hantakan meningkat, Selasa (25/5) pagi. Bahkan, dari laporan warga ketinggian air naik sampai 1,5 meter. “Arus sungai deras dan membawa raba (potongan kayu dan ratik bambu),” kata Asad warga desa setempat.
Tak hanya satu jembatan yang hanyut gara-gara diterjang arus sungai. Ternyata, terdapat satu jembatan darurat yang hanyut. “Dua jembatan darurat kami putus. Karena kurang tinggi jembatannya, jadi diterjang arus yang deras, lalu hanyut,” ceritanya.
Kini warga sekitar dibuat bingung. Mereka mau memperbaiki jembatan namun tak ada biaya. Mereka sangat berharap bantuan Pemerintah HST dan para relawan. “Kami membuat jembatan ini gotong royong. Dananya juga dapat secara swadaya, kami sudah bersurat ke dinas terkait namun belum ada jawaban,” bebernya.
Empat penyangga jembatan yang terbuat dari bronjong batu itu sebagian roboh. Sekarang tersisa tiga bronjong yang masih kuat bertahan. “Bikinnya gak gampang. Harus berenang melawan arus mengumpulkan batu-batu sungai. Ini pasti semingguan gak bisa dilewati (jembatan),” ucapnya.
Jembatan darurat ini menghubungkan antara RT 2 dan RT 3 di Desa Alat. Di seberang terdapat kebun para warga dan masjid tempat mereka ibadah. “Padahal parak hari Jumat, terpaksa sepertinya kami harus salat Jumat di desa tetangga,” timpal warga lainnya.
Camat Hantakan Kartadipura menjelaskan, jembatan darurat tersebut memang langganan putus. Pihaknya sudah mengusulkan ke Dinas PUPR HST agar dibuatkan jembatan permanen di Desa Alat RT 2.
“Beberapa waktu lalu dari Dinas PUPR HST sudah melihat kondisi jembatan. Kalau saya dengar memang sudah dianggarkan untuk pembuatan jembatan permanen. Anggarannya mencapai Rp 1,7 M, tapi saya kurang tahu apakah dana dari APBD atau dari Provinsi Kalsel,” ujarnya.
Camat Kartadipura mengatakan di wilayahnya ada sembilan jembatan yang direkomendasikan ke PUPR HST untuk mendapatkan perbaikan. “Sembilan jembatan yang diusulkan, baik itu jembatan gantung atau jembatan penghubung jalan,” pungkasnya. (mal)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#jembatan runtuh