Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Alat Berat ADT Terjun ke Sungai, Begini Nasib Operatornya

izak-Indra Zakaria • Selasa, 10 Januari 2023 | 11:42 WIB
LAKA TUNGGAL: Alat berat ADT yang jatuh ke sungai di Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari. | Foto: Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin
LAKA TUNGGAL: Alat berat ADT yang jatuh ke sungai di Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari. | Foto: Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin

Satu alat berat berjenis articulated dump truck (ADT) terjatuh dari mobil trailer yang membawanya. Akibatnya, alat berat yang sering digunakan pada aktivitas pertambangan itu tercebur ke sungai dan mengalami kerusakan cukup parah. Jatuhnya mobil ADT itu diduga karena tali pengikatnya tak kuat menahan beban dan akhirnya putus.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (8/1) siang, alat berat itu terjatuh tepat di sisi kiri Jalan Ahmad Yani RT 4 Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari (Pelaihari-Kintap). Kerusakannya pun cukup parah, yaitu, di bagian belakang mobil terbalik, sedangkan bagian depan berada di bawah sungai.

Alat berat itu pun juga menjadi tontonan pengguna jalan yang melintas dan warga sekitar. Karena memerlukan waktu untuk dilakukan evakuasi. Di pinggir jalan itu pun hanya diberikan tanda agar pengguna jalan berhati-hati saat melintas. 

Salah satu pedagang yang berjualan tak jauh dari lokasi kejadian menuturkan, kejadian itu terjadi pada Sabtu (7/1) sekira pukul 17.00 Wita. Dirinya pun tidak tahu dengan jelas bagaimana insiden kecelakaan itu. 

“Pas kembali ke tempat jualan, tiba-tiba sudah ramai dan mobil itu (alat berat) sudah masuk ke sungai,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Tanah Laut (Tala), AKBP Rofikoh Yunianto, melalui Kasat Lantas Polres Tala, AKP Supriyatno mengatakan, insiden jatuhnya alat berat itu bermula ketika mobil trailer yang dikemudikan Heri Sutopo dari Binuang, Kabupaten Tapin menuju Geronggang, Kabupaten Kotabaru berpapasan dengan mobil Daihatsu Xenia warna merah.

“Sesampainya di lokasi (Jembatan Desa Tampang) jalan menikung, pengemudi trailer membanting kemudinya ke kiri untuk menghindari benturan, sehingga alat berat di atasnya terjatuh,” ujarnya. 

Selain kondisi jalan di sana menikung, jembatan di lokasi tersebut juga sempit. Sehingga kendaraan roda empat atau lebih harus berhati-hati ketika melintasinya.

“Beruntung, dalam insiden itu tidak memakan korban jiwa, karena alat berat itu langsung jatuh ke sungai dan lokasinya kecelakaan itu tidak ada rumah warga,” tutupnya. (sal).

Editor : izak-Indra Zakaria