Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dua Pelaku Kasus Curnamor Ditangkap, yang Residivis Bolong Kakinya Ditembak

izak-Indra Zakaria • Rabu, 10 Januari 2024 - 17:20 WIB
MERESAHKAN MASYARAKAT: Wakapolres Kompol Komank Adhi Andhika (kiri) didampingi Kasat Reskrim AKP Ardian Rahayu Priatna, membeberkan bukti hasil penangkapan dua pelaku curanmor.
MERESAHKAN MASYARAKAT: Wakapolres Kompol Komank Adhi Andhika (kiri) didampingi Kasat Reskrim AKP Ardian Rahayu Priatna, membeberkan bukti hasil penangkapan dua pelaku curanmor.

TANJUNG REDEB – Sudah beberapa pekan terakhir, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskim) Polres Berau sering menerima laporan masyarakat yang kehilangan kendaraan. Setelah menerima laporan tersebut, pada 2 Januari lalu tim Jatanras Satreskim berhasil mengamankan dua pelaku dengan inisial SL (30) dan Fl (20).

Wakapolres Berau Kompol Komank Adhi Andhika, didampingi Kasat Reskrim AKP Ardian Rahayu Priatna mengatakan, kedua pelaku sudah melakukan pencurian sebanyak lima kali. “Semua aksinya terjadi Desember tahun lalu,” ujarnya (9/1).

Menurut keterangan Ardian, SL merupakan residivis. Di mana, pelaku sudah dua kali masuk bui dengan kasus berbeda, yakni pada 2017 melakukan pencurian. Setelah bebas 2019, pelaku kembali diamankan karena kasus narkoba. “Selain curanmor pelaku juga ternyata pernah tersandung kasus narkoba,” tegasnya.

Saat melakukan penggerebekan, menurut Ardian, dua pelaku tersebut sempat ingin melarikan diri dan melakukan perlawanan. Sehingga, personel melepaskan tembakan dan mengenai kaki bagian kanan pelaku. “Karena tidak kooperatif saat kita amankan terpaksa dua pelaku kami ‘hadiahi’ timah panas di bagian kaki,” sambungnya.

Akibat perbuatan itu, kedua pelaku ini dikenakan Pasal 363 KUHP Ayat 1 (1) dan (3) dengan ancaman hukuman selama 7 tahun penjara. “Intinya, saya selalu ingatkan masyarakat agar tetap selalu waspada, jangan teledor, karena pelaku ini melakukan aksinya karena ada kesempatan,” tegasnya.

Sementara saat diwawancarai, SL mengatakan sebelum melancarkan aksinya, ia meminta rekannya, FI, untuk mengamati situasi. Di mana, pada saat situasi aman dirinya langsung melancarkan aksinya tersebut.

“Target kita adalah kendaraan yang tidak dikunci setang, karena itu yang mudah untuk diambil. Setelah jauh dari lokasi baru dibongkar untuk menghidupkan motor,” bebernya.

Ditanya mengapa melakukan hal ini, SL mengaku bahwa karena terdesak ekonomi. Pasalnya, dirinya tidak bekerja dan kebutuhan banyak. “Karena terdesak ekonomi sehingga saya kembali mengulangi hal yang sama, dan saya sangat menyesal,” tandasnya. (aky/ind/k15)

 

Editor : izak-Indra Zakaria