Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pembunuhan Satu Keluarga di PPU, Tersangka Sempat Mengarang Cerita untuk Kelabui Polisi

Wawan • Selasa, 6 Februari 2024 - 23:46 WIB

 

Polres PPU menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan satu keluarga di Kecamatan Babulu, PPU, yang terjadi Selasa (6/2/2024) dinihari.
Polres PPU menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan satu keluarga di Kecamatan Babulu, PPU, yang terjadi Selasa (6/2/2024) dinihari.

PENAJAM-J alias SJ (16), tersangka pembunuhan satu keluarga di RT 018, Dusun Lima, Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, PPU, Selasa (6/2/2024) dinihari rupanya sempat mengarang cerita untuk mengelabui polisi.

Kapolres PPU AKBP Supriyanto mengatakan J alias SJ sebelumnya memang hanya berstatus saksi. Sebab, dia menjadi salah satu orang yang pertama mengetahui tragedi pembunuhan lima orang anggota keluarga tersebut.

Kapolres mengatakan, polisi mulanya mendapat laporan dari warga berinsial A tentang adanya kasus pembunuhan pada Selasa (6/2/2024) dinihari. Berdasarkan keterangan A, dia mengaku kali pertama mendapat informasi tragedi tersebut dari J, yang tak lain adalah saudaranya sendiri.

Dalam keterangannya, J mengaku mendengar teriakan minta tolong dari rumah korban, yang memang tak jauh dari rumahnya.

Karena mendengar teriakan minta tolong, J lantas mengambil parang dan mendatangi sumber teriakan. Di sana, dia mengaku ada sekitar 10 orang asing. J bahkan mengaku sempat terlibat duel dan berhasil melukai satu orang.

Namun karena kalah jumlah J akhirnya terpojok dan diancam. J lantas pulang ke rumah dan memberi tahu kejadian yang dia alami kepada A. "Keterangan ini tidak masuk akal. Lalu kami amankan J ini ke Polsek Babulu," kata Kapolres.

Polisi lantas fokus ke olah TKP. Polisi lalu mengkonfrotir hasil olah TKP dengan keterangan J. "Ahkhirnya dia mengaku bahwa dia yang melakukan pembunuhan," kata Kapolres.

Priyanto bahkan menyebut tersangka sempat tak menunjukkan wajah penyesalan saat kali pertama memberikan keterangan kepada polisi. "Tapi setelah mengakui perbuatannya dia mulai kelihatan menyesali perbuatannya," kata Kapolres.

Diberitakan, warga Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, PPU, dibuat geger dengan tewasnya satu keluarga pada Selasa (6/2/2024) dinihari.

Dalam hitungan jam, polisi lantas membekuk J (16), yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
J masih merupakan tetangga korban.

AKBP Supriyanto mengatakan, rumah korban dengan tersangka hanya berjarak sekitar 20 meter.
“Tersangka kami amankan di rumahnya beberapa jam setelah kejadian,” kata Supriyanto.

Supriyanto mengatakan, J menghabisi nyawa Waluyo (35) beserta istrinya, Sri Winarsih (34) dan tiga anaknya, masing-masing R (15), V (10) dan Z (2,5) dengan menggunakan parang seorang diri.

Sebelum menjalankan aksinya, tersangka yang masih berstatus pelajar salah satu SMA swasta di PPU ini sempat mematikan listrik di rumah korban. “Dia sempat matikan saklar listrik sebelum masuk rumah,” kata Kapolres.

Motif tersangka melakukan aksi pembunuhan tersebut dikatakan Kapolres karena tersangka dalam pengaruh minuman keras. Dalam kondisi setengah sadar tersebutlah tersangka mendatangi rumah korban untuk mencuri.

“Motif sementara ini korban dalam kondisi setengah mabuk dan berniat mencuri di rumah korban lalu ketahuan oleh korban Waluyo,” kata Supriyanto.

Karena ketahuan, J lantas menyabetkan parang yang dibawa dari rumah kepada Waluyo. Akibat sabetan parang, Waluyo mengalami luka parah di bagian kepala hingga meninggal.

J lalu menghabisi anak pertama Waluyo, R, yang masih berusia 15 tahun karena berteriak.

Aksi brutal J tak berhenti di situ, dia lalu menghabisi nyawa istri Waluyo, Sri Winarsih dan dua anaknya yang masih balita, V dan Z.

Tak hanya menghabisi Waluyo sekeluarga, J (16), juga sempat menyetubuhi korbannya yang sudah meninggal.

Kapolres PPU AKBP Supriyanto mengatakan tersangka J mengaku menyetubuhi jasad R (15), yang merupakan anak pertama korban Waluyo.

“Berdasarkan pengakuan ada satu korban yang disetubuhi tersangka. Untuk kepastiannya nanti menunggu keterangan dokter,” kata Kapolres PPU di Balikpapan, Selasa (6/2/2024) siang.

Dijelaskan Kapolres, antara J dan korban R memang saling mengenal. Bahkan informasinya kedua remaja ini sempat menjalin asmara.

“Berdasarkan kakak korban (Waluyo), keduanya (J dan R) memang sempat pacaran tapi tersangka tidak mengakui,” kata dia.

Sebelum menjalankan aksinya, tersangka yang masih berstatus pelajar salah satu SMA swasta di PPU ini sempat mematikan listrik di rumah korban.

“Dia sempat matikan saklar listrik sebelum masuk rumah,” kata Kapolres.

Motif tersangka melakukan aksi pembunuhan tersebut dikatakan Kapolres karena tersangka dalam pengaruh minuman keras. Dalam kondisi setengah sadar tersebutlah tersangka mendatangi rumah korban untuk mencuri.

“Motif sementara ini korban dalam kondisi setengah mabuk dan berniat mencuri di rumah korban lalu ketahuan oleh korban Waluyo,” kata Supriyanto.

Karena ketahuan, J lantas menyabetkan parang yang dibawa dari rumah kepada Waluyo. Akibat sabetan parang, Waluyo mengalami luka parah di bagian kepala hingga meninggal.

J lalu menghabisi anak pertama Waluyo, R, yang masih berusia 15 tahun karena berteriak. Aksi brutal J tak berhenti di situ, dia lalu menghabisi nyawa istri Waluyo, Sri Winarsih dan dua anaknya yang masih balita, V dan Z.

Editor : Wawan
#pembunuhan sekeluarga #penajam paser utara