Kantor Kelurahan Batu Piring, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan tiba-tiba ramai, Jumat (16/2/2024) pagi. Puluhan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari 18 TPS yang ada di kelurahan Batu Piring mengeluhkan honor mereka yang belum dibayar.
Total 126 petugas KPPS belum menerima duit honor, per TPS ditugasi 7 KPPS. Untuk gaji ketua Rp1,2 juta, sedangkan anggota Rp1 juta.
Usut punya usut, duit honor mereka diduga dibawa kabur oleh salah oknum Bendahara Sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) Batu Piring berinisial MH alias D.
Hingga saat ini, keberadaan D masih masih tanda tanya. "Kami menanyakan hak atas keringat kami yang belum dibayar. Kecamatan lain sudah nerima, kenapa kami belum," kata anggota KPPS 17 Batu Piring, Ahmad Sibawaihi.
Bawaihi makin terkejut, lantaran petugas Kelurahan mengatakan duit honor para petugas KPPS sudah diserahkan kepada D.
"Kami sebenarnya sudah berupaya menghubungi yang bersangkutan. Namun tidak ada respon," tambahnya.
Ketua PPS Kelurahan Batu Piring, Radianor mengatakan pihaknya bisa saja melaporkan kasus ini ke Kepolisian, namun khawatir permasalahan ini jadi berlarut.
"Tadi kita sudah mediasi. Mau dilaporkan, tapi takut konsekuensinya honor hilang. Jadi kita minta pertanggungjawaban. Kalaupun terpakai, disampaikan secara transparan, dan kita beri waktu untuk mencarikan gantinya. Biar lambat asal cair," ungkapnya.
Radianor menambahkan dari hasil mediasi tersebut, pihak Kelurahan sudah melakukan upaya pertanggungjawaban.
Salah satunya dengan mendatangi kediaman dan berdiskusi dengan orangtua D. "Kata Lurah, orangtua D sudah menunjukkan itikad baik dan bersedia mengganti. Hanya saja, si oknum ini masih belum diketahui keberadaannya," lanjutnya.
Camat Paringin Selatan, Misrina Wati menyayangkan kejadian tersebut. Ia berharap persoalan ini cepat selesai, dan hak petugas TPS bisa segera ditunaikan. "Semoga segera selesai persoalan ini," ucapnya. (*)