Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ada Isu Oknum Ketua RT di Samarinda Diduga Tawarkan Loket Narkoba, Ini Reaksi Pak Lurahnya...

Redaksi • Sabtu, 28 Juni 2025 - 16:25 WIB
Kantor Kelurahan Sungai Pinang Luar di Jalan Abdul Muthalib tampak lengang. (kis)
Kantor Kelurahan Sungai Pinang Luar di Jalan Abdul Muthalib tampak lengang. (kis)

 

Warga Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, mendadak geger. Kabar cepat berembus bahwa seorang oknum ketua RT diduga pernah meminta izin kepada warga untuk membuka tempat transaksi narkoba, atau yang dalam istilah jalanan disebut “loket”.

Kabar ini pun menyebar ke berbagai media sosial pada Jumat (27/6/2025). Meski kebenarannya belum dapat dipastikan, informasi tersebut terlanjur menimbulkan keresahan warga. Tak sedikit yang khawatir lingkungan tempat tinggal mereka menjadi titik baru peredaran gelap narkotika.

Lurah Sungai Pinang Luar, Agus Salim, saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi sedikit pun aktivitas semacam itu. Bahkan, jika isu ini terbukti benar, ia menyatakan siap mengambil tindakan tegas.

“Kalau ada yang sampai meminta izin untuk buka loket narkoba, tentu kami tolak keras. Tidak ada tempat untuk narkoba di wilayah kami,” ujar Agus. Agus mengungkapkan, wilayah kelurahan yang dipimpinnya memiliki 34 Rukun Tetangga (RT). Namun, hingga kini belum ada laporan resmi maupun bukti konkret yang mengarah pada RT tertentu.

“Saya sendiri sudah ditanya beberapa RT karena mereka tidak ingin dicurigai. Ini membuktikan bahwa sebagian besar RT tidak mau terseret dalam polemik ini,” jelasnya.

Sebelum isu ini mencuat, pihak kelurahan bersama aparat keamanan setempat seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa telah lebih dulu menggelar sosialisasi antinarkoba. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan di kawasan-kawasan yang selama ini dikenal rawan, termasuk beberapa titik di Sungai Pinang Luar.

“Warga secara umum punya komitmen kuat untuk menolak narkoba. Tapi memang tidak semua RT hadir dalam sosialisasi tersebut. Ini yang sedang kami evaluasi,” tambah Agus.

Menurutnya, langkah cepat akan segera diambil. Kelurahan berencana menggelar pertemuan resmi bersama seluruh ketua RT untuk menyelidiki lebih jauh kebenaran isu tersebut. “Kami akan kumpulkan semua RT dalam waktu dekat. Tujuannya bukan hanya klarifikasi, tapi juga menyatukan komitmen bersama. Jangan sampai ada fitnah atau tuduhan liar, tapi juga jangan lengah,” tegas Agus. (kis/beb)

Editor : Indra Zakaria