Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Versi Saksi Mata, Begini Detik-detik Insiden Maut yang Menewaskan Tiga Pemuda di SMPN 35 Banjarmasin

Riyad Dafhi Rizki • 2025-07-01 07:53:55
BERCERITA: UW, salah seorang saksi mata menuturkan kronologi kejadian tragis di SMPN 35 Banjarmasin, Ahad (29/6) dini hari. (RIYAD DAFHI RIZKI/RADAR BANJARMASIN)
BERCERITA: UW, salah seorang saksi mata menuturkan kronologi kejadian tragis di SMPN 35 Banjarmasin, Ahad (29/6) dini hari. (RIYAD DAFHI RIZKI/RADAR BANJARMASIN)

 

BANJARMASIN — Tragedi berdarah menggemparkan kawasan Jalan Sungai Andai, Banjarmasin, Ahad (29/6) dini hari. Insiden ini terjadi di halaman SMPN 35 Banjarmasin, merenggut nyawa tiga pemuda, yakni dua bersaudara Fadil dan Ijat, serta teman mereka, Reno.

Pelaku, Sule, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Menurut kesaksian UW, seorang saksi mata yang juga teman korban, malam itu ia sedang berada di rumah Fadil ketika menerima telepon dari seorang teman. "Dia bilang sedang nongkrong di SMPN 35 dan meminta kami datang,” ujar UW.

Merespons ajakan itu, UW dan Fadil berangkat ke lokasi. Setibanya di sana, suasana awalnya tampak biasa. Beberapa orang terlihat duduk-duduk sambil menenggak minuman keras. Di antara mereka, ada Sule—orang yang sebelumnya tidak dikenali oleh UW maupun Fadil.

Ketegangan mulai muncul ketika Sule mengusulkan untuk menambah minuman dengan cara patungan. Namun, Fadil menjawab, “Saya beli sendiri juga bisa.” Ucapan itu memantik emosi Sule. Cekcok antara keduanya sempat terjadi, meski berhasil diredakan sementara.

"Kepada Fadil, Sule bilang: panggil saudaramu ke sini," ujar UW. Situasi berubah ketika Ijat dan Reno tiba di lokasi. Masing-masing mereka membawa sebilah arit. Tanpa banyak bicara, Ijat langsung memukul Sule. Kemudian, Ijat kembali menyerang Sule dengan senjata yang dibawanya, namun serangannya meleset.

Sule yang sudah memegang pisau kemudian menusuk Ijat. Ijat yang terluka kehilangan akal. Arit terlepas dari genggamannya. Sule mengambil arit tersebut dan menyerang membabi buta. Melihat kakaknya terkapar, Fadil berusaha menyerang untuk menyelamatkan, tetapi dia juga tak luput dari serangan membabi buta Sule.

Reno, yang mencoba melawan setelah itu, juga tak mampu menghadapi Sule. Dua korban, Ijat dan Reno, tewas di tempat. Sementara Fadil yang sempat dilarikan ke RS Ansari Saleh mengembuskan napas terakhirnya di perjalanan. (*)

 

Editor : Indra Zakaria