NANGA BULIK – Misteri identitas jasad perempuan yang ditemukan mengenaskan di dalam parit Jalan Mas Kaya Pangaruh, Gang Bhakti II, Kecamatan Bulik, akhirnya tersingkap. Meski pihak kepolisian masih melakukan pendalaman, informasi mengenai identitas korban telah ramai diperbincangkan di media sosial seiring mengalirnya ucapan duka cita bagi perempuan berinisial HN (28).
Korban diketahui merupakan seorang ibu tunggal asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang merantau ke Nanga Bulik demi mencari nafkah. Di kota ini, HN tinggal bersama adiknya. Kepergiannya yang tragis meninggalkan luka mendalam, terutama bagi kedua anaknya yang masih kecil.
Pihak keluarga dikabarkan telah mengenali ciri-ciri fisik korban setelah jasad dievakuasi ke RSUD Abdul Gani. Sebelumnya, kondisi korban sulit dikenali secara kasat mata karena mengalami luka lebam parah pada bagian wajah serta kondisi kulit yang mulai membiru akibat terendam air.
Berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Polres Lamandau dan petugas BPBD, ditemukan bukti kuat adanya tindak kekerasan sadis. Terdapat luka tusuk senjata tajam pada bagian punggung yang diduga menjadi penyebab utama kematian perempuan malang tersebut.
Jasad HN pertama kali ditemukan pada Minggu (25/1) sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang warga bernama Ito Irmansyah yang hendak beraktivitas di sekitar lokasi. Saksi terkejut melihat sosok tubuh manusia dalam posisi tertelungkup dan setengah terendam air di balik semak-semak parit. Temuan tersebut segera dilaporkan ke pengurus RT setempat hingga diteruskan ke aparat kepolisian.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, melalui Kasatreskrim AKP Jhon Digul Manra, menyatakan bahwa timnya masih bekerja intensif di lapangan untuk mengungkap tabir di balik kasus ini. "Jasad korban sudah dievakuasi untuk autopsi, dan kami tengah mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti guna memburu pelaku eksekutor," tegasnya.
Kini, fokus penyelidikan kepolisian diarahkan pada pengejaran terduga pelaku pembunuhan untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.(*)
Editor : Indra Zakaria