Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Misteri Jasad Bertato di Sungai Jafri Zam-zam: Ditemukan Posisi Berdiri dan Kaki Tertindih Pemberat

Redaksi Prokal • 2026-01-28 11:55:24
TANPA IDENTITAS: Jasad korban dibawa ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. (Foto: Polairud untuk radar bjm)
TANPA IDENTITAS: Jasad korban dibawa ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. (Foto: Polairud untuk radar bjm)

 

BANJARMASIN – Warga Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat, digemparkan oleh penemuan jasad pria tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Jalan Jafri Zam-zam pada Selasa (27/1) siang. Penemuan ini memicu kecurigaan mendalam lantaran kondisi jasad saat ditemukan tergolong tidak wajar.

Jasad yang diperkirakan berusia dewasa tersebut ditemukan dalam posisi berdiri di dalam air sekitar pukul 12.15 WITA. Hal yang paling menyita perhatian adalah bagian kaki korban yang tertindih benda pemberat, sehingga jasad tetap tertahan di lokasi dan tidak hanyut terbawa arus sungai yang cukup kuat.

Saksi mata di lokasi, Muhammad Daud Bimantara (34), menceritakan bahwa awalnya ia mengira sosok tersebut hanyalah tumpukan lumut atau tumpukan sampah yang tersangkut. Namun, setelah diamati lebih dekat, ia menyadari bahwa benda tersebut adalah tubuh manusia dan segera melaporkannya ke Markas Sat Polairud Polresta Banjarmasin.

Tim rescue gabungan yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi dramatis untuk mengangkat jasad dari impitan pemberat. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban memiliki ciri fisik tinggi badan sekitar 165 sentimeter, bertubuh gemuk, dan berambut ikal panjang. Selain itu, terdapat tanda pengenal khusus berupa tato di bagian punggung dan paha sebelah kiri.

Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, mengonfirmasi bahwa status korban saat ini masih "Mr. X" karena tidak ditemukannya kartu identitas di sekitar lokasi maupun pada pakaian korban. Saat ini, jasad telah dibawa ke Instalasi Pemulsaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani proses visum dan identifikasi lebih mendalam.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kematian korban, termasuk mendalami apakah ada unsur tindak pidana di balik keberadaan benda pemberat yang menahan kaki korban di dasar sungai. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor guna membantu proses pengungkapan kasus ini.(*)

Editor : Indra Zakaria