BALIKPAPAN – Hampir dua bulan berselang, kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang pegawai Kantor Pos Sepinggan masih menyisakan teka-teki. Hingga saat ini, pelaku yang melukai korban pada 13 Desember 2025 lalu di kawasan RT 23 Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, belum juga berhasil diringkus oleh pihak berwajib.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Balikpapan menegaskan bahwa kasus yang sempat diduga sebagai aksi perampokan ini masih terus berada dalam radar penyelidikan intensif. Meski demikian, penyidik menghadapi tantangan besar karena minimnya identifikasi visual terhadap pelaku.
“Masih dalam proses penyelidikan,” tegas Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, AKP Zeska Julian, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan perkara pada Kamis (5/2).
Zeska menjelaskan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah keterangan korban yang sangat terbatas. Saat insiden terjadi, korban tidak mampu mengenali atau melihat wajah pelaku secara jelas, sehingga profil pelaku belum dapat dipastikan secara mendalam.
Kendati demikian, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Sejumlah langkah teknis telah dilakukan, mulai dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang hingga pengumpulan bukti-bukti pendukung di sekitar lokasi kejadian.
“Bukti-bukti dan keterangan saksi sudah kami amankan. Olah TKP juga telah dilakukan sejak awal. Saat ini semuanya masih kami dalami untuk menemukan titik terang mengenai motif maupun identitas pelaku,” tambah Zeska.
Peristiwa ini sebelumnya sempat menghebohkan warga Balikpapan Selatan ketika seorang pegawai Kantor Pos ditemukan tergeletak terluka di pinggir jalan. Polresta Balikpapan berkomitmen untuk terus memburu pelaku dan memastikan akan segera merilis informasi tersebut kepada publik segera setelah ada titik terang penangkapan.
“Jika pelakunya sudah kami amankan, tentu akan segera kami sampaikan secara resmi kepada rekan-rekan media,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria