SAMARINDA – Teka-teki yang menyelimuti temuan mengerikan berupa tiga potong jari manusia di dalam toples akhirnya terjawab. Warga Jalan Rimbawan 1, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, yang sempat dicekam kecemasan sejak penemuan pada Sabtu (11/4/2026) lalu, kini bisa bernapas lega. Jajaran Satreskrim Polresta Samarinda memastikan bahwa benda tersebut bukanlah bukti dari kasus kriminalitas baru atau aksi mutilasi yang sedang terjadi.
Melalui penyelidikan intensif yang melibatkan tim forensik dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi berhasil melacak asal-usul potongan jari tersebut. Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setiawan, mengungkapkan bahwa hasil identifikasi sidik jari memberikan kejutan tak terduga. Ternyata, pemilik potongan jari tersebut adalah seorang warga setempat yang telah meninggal dunia pada tahun 2021 silam.
Kepastian ini diperkuat oleh keterangan pihak keluarga yang sangat kooperatif selama proses penyelidikan. Keluarga menjelaskan bahwa jari-jari tersebut memang sudah terpisah dari tubuh almarhum jauh sebelum yang bersangkutan wafat. Diketahui, jari tersebut putus akibat insiden perkelahian menggunakan senjata tajam di masa lalu. Bukannya dibuang, bagian tubuh tersebut ternyata sengaja disimpan oleh pemiliknya sebagai semacam "kenang-kenangan" atau pengingat masa lalu.
Kondisi jari yang tampak masih utuh dan tidak membusuk meski sudah bertahun-tahun terpisah sempat menimbulkan kecurigaan adanya tindak pidana baru. Namun, AKP Agus Setiawan menjelaskan bahwa dugaan kuat potongan jari itu sengaja diawetkan menggunakan cairan formalin. Hal inilah yang membuat kondisi jaringan tubuh tetap terjaga sehingga sempat mengecoh warga yang menemukannya pertama kali di area perkebunan.
Karena pemilik aslinya merupakan warga sekitar yang identitasnya sudah jelas dan penyebab terputusnya jari adalah peristiwa lama yang telah selesai, polisi secara resmi menyatakan tidak ada indikasi tindak pidana dalam kasus ini. Pengungkapan fakta ini sekaligus mengakhiri spekulasi liar di media sosial mengenai adanya predator atau pelaku mutilasi yang berkeliaran di Kota Tepian. Temuan yang sempat menghebohkan ini murni merupakan bagian dari sejarah kelam masa lalu seseorang yang kembali mencuat ke permukaan secara tidak sengaja. (*)
Editor : Indra Zakaria