Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bubarkan Keributan di THM Tanjung Selor, 5 Polisi Justru Babak Belur Dikeroyok

Redaksi Prokal • Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:33 WIB
Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Rio Adi Pratama. FOTO: RADAR TARAKAN
Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Rio Adi Pratama. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Upaya aparat kepolisian untuk membubarkan keributan di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Tanjung Selor berujung pada insiden penyerangan fisik. Lima anggota polisi menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok massa saat tengah menjalankan tugas patroli rutin subuh di kawasan tempat hiburan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Rio Adi Pratama, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika Tim Patroli R2 Satuan Samapta menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 terkait adanya keributan pada pukul 03.20 WITA. Setibanya di lokasi kejadian, petugas mendapati sekelompok orang sedang terlibat cekcok mulut. Berniat melerai dan mengamankan situasi agar tidak mengganggu keamanan warga sekitar, posisi petugas justru berbalik terdesak karena massa di lokasi mendadak bertambah banyak dan langsung melakukan penyerangan secara brutal kepada personel.

Akibat pengeroyokan tersebut, lima anggota polisi mengalami luka-luka dan langsung menjalani pemeriksaan medis berupa visum untuk melengkapi Laporan Polisi (LP). AKP Rio menegaskan pihak Polresta Bulungan menangani kasus ini secara serius karena menyangkut keselamatan petugas yang sedang memberikan pelayanan keamanan bagi masyarakat, serta memastikan tidak ada ruang bagi para pelaku untuk menyelesaikan perkara ini di luar mekanisme hukum yang berlaku.

Guna mempercepat proses hukum, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti krusial, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area THM. Berdasarkan hasil analisis awal dari rekaman tersebut, polisi telah mengidentifikasi sekitar 12 orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan tersebut. Selain mengantongi identitas para terduga pelaku, polisi juga telah memeriksa maraton sejumlah saksi kunci mulai dari pengelola THM, warga setempat, Ketua RT, hingga pemilik rumah kos di sekitar lokasi kejadian.

Mengingat perkara ini melibatkan serangan terhadap aparat keamanan yang sedang bertugas, Polresta Bulungan kini berkoordinasi erat dengan Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk melakukan pendalaman dan memburu belasan pelaku. Di sisi lain, kepolisian juga meluruskan isu terkait penutupan THM sebelumnya, yang dipastikan murni karena ada salah satu pengunjung yang meninggal dunia akibat serangan jantung berdasarkan hasil pemeriksaan medis resmi. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi liar yang belum terverifikasi selama proses hukum ini berjalan secara profesional dan transparan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#bulungan