SAMPIT – Hubungan asmara yang seharusnya dipenuhi rasa kasih sayang justru berubah menjadi mimpi buruk bagi TLD (34). Perempuan asal Sampit ini harus terbaring lemah dan menjalani perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit setelah menderita luka bakar serius di sekujur tubuhnya akibat diduga dibakar oleh kekasihnya sendiri, SM, menggunakan bahan bakar jenis pertalite.
Tragedi memilukan tersebut terjadi di kediaman korban yang terletak di Jalan Metro TV, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, pada Rabu (24/6) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Berdasarkan pengakuan korban, insiden brutal itu bermula ketika dirinya memergoki sang kekasih mengirimkan pesan singkat kepada perempuan lain yang sudah bersuami untuk mengajak berselingkuh. Temuan obrolan rahasia tersebut sontak memicu pertengkaran hebat di antara keduanya karena pelaku bersikeras tidak mau mengakuinya.
Guna menenangkan diri dari adu mulut yang kian memanas, TLD sempat memutuskan keluar rumah sejenak. Namun, situasi justru semakin mengerikan ketika korban kembali ke rumah, di mana pelaku yang tersulut emosi nekat menyiramkan pertalite ke tubuh korban sekaligus ke tubuhnya sendiri. Sembari memegang korek api yang menyala, SM mengancam akan membakar diri mereka bersama-sama hingga dalam hitungan detik kobaran api langsung menyambar dan melalap tubuh keduanya secara membabi buta.
Didera rasa panik dan kesakitan, mereka sempat berlari ke kamar mandi untuk memadamkan api sebelum korban berteriak histeris meminta pertolongan dari warga sekitar. Para tetangga yang mendengar teriakan tersebut langsung bergegas menuju lokasi dan melarikan TLD ke RSUD dr Murjani Sampit, sementara pelaku yang sempat mendapatkan penanganan medis serupa memilih langsung pulang ke rumah.
TLD membeberkan bahwa tabiat kejam sang kekasih sebenarnya bukan kali pertama terjadi, sebab SM kerap melontarkan ancaman kekerasan fisik setiap kali mereka terlibat perselisihan. Menolak tinggal diam atas perbuatan keji yang nyaris merenggut nyawanya, korban kini telah resmi melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib dan menuntut agar aparat kepolisian segera meringkus serta menghukum pelaku seberat-beratnya, sementara penyidik kepolisian setempat dilaporkan tengah mendalami kronologi guna mengusut tuntas dugaan tindak pidana ini. (*)
Editor : Indra Zakaria