PROKAL.CO, TENGGARONG - Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita mempermainkan diduga jasad Pesut Mahakam beredar di dunia maya Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Cuplikan video berdurasi 15 detik ini memperlihatkan wanita tersebut menggerakkan jasad diduga Pesut Mahakam—mendirikannya dan menari-narikannya seolah-olah hewan mamalia air tawar tersebut adalah boneka.
Video tersebut diduga warga berasal dari Sungai Mahakam, khususnya di Kecamatan Kota Bangun, Kukar yang memiliki kawasan konservasi Pesut Mahakam di Desa Pela. Namun ternyata informasi yang dibawa video ini keliru. Lantaran jasad hewan tersebut bukan lah seekor Pesut Mahakam, melainkan seekor finless porpoise.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Yayasan Konservasi Rare Aquatic of Indonesia (RASI) Danielle Kreb. Katanya, Pesut Mahakam dan finless porpoise memang serupa dalam penampilan. Pun, mereka termasuk satwa yang dilindungi penuh. Sehingga segala bentuk penangkapan, pembunuhan, dan perdagangan terhadap kedua spesies ini dilarang.
"Kami sudah mendapat laporan dan dapat kami pastikan yang beredar itu bukan pesut, tetapi finless porpoise yang juga dilindungi," ujar Danielle kepada Prokal.co, Senin (12/1).
Danielle menyebut, kejadian ini tidak terjadi di Kalimantan Timur. Namun dari penggalian informasi yang dilakukan tim Yayasan RASI. Kemungkinan kejadian ini berada di Pulau Sumatra—pun kejadian ini telah dilaporkan ke pihak berwenang.
"Lokasi bukan di Kaltim, namun diduga di Sumatra. Sudah dilaporkan ke pihak berwajib, akun tiktok yang bersangkutan juga sudah ditakedown," tuturnya.
Mengutip akun resmi Yayasan RASI. Pesut Mahakam dan finless porpoise memang serupa namun mereka memiliki perbedaan signifikan. Orcaella brevirostris, nama latin Pesut Mahakam hidup di air tawar—Sungai Mahakam, Mekong, dan Ayeyarwady. Dan Pesut pesisir tersebar di Asia Selatan dan Asia Timur.
Untuk ciri fisik, Pesut Mahakam memiliki sirip punggung kecil dan tumpul. Kepala bulat, moncong pendek. Pun populasinya sangat sedikit dengan status konservasi kritis atau Critically Endangered. Dengan ancaman utama seperti bycatch perikanan, tabrakan kapal dan pencemaran sungai.
Sedangkan finless porpoise, nama latin Neophocaena phocaenoides. Merupakan mamalia yang hidup di laut dan perairan pesisir, tersebar di Asia Selatan & Asia Timur. Ia memiliki ciri fisik khusus yang tidak memiliki sirip punggung, hanya tonjolan kasar (ridge). Pun kepala mereka lebih kecil, dan moncong sangat pendek.
Populasi relatif lebih banyak daripada Pesut Mahakam. Namun status konservasi mereka di titik rentan, dengan ancaman utama bycatch perikanan dan aktivitas manusia di pesisir. Seluruh mamalia laut ini, meliputi paus, lumba-lumba, porpoise, dan duyung. Dilindungi UU No.32 Tahun 2024, PP No. 7 Tahun 1999, dan KepMen KP No. 66 Tahun 2025. (moe)
Editor : Indra Zakaria