Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Harga Pangan di Pasar Mangkurawang Mulai Bergerak Pasca Lebaran; Cabai Turun Tajam, Bawang Naik Tipis

Elmo Satria Nugraha • Rabu, 25 Maret 2026 - 21:57 WIB

Kondisi Pasar Mangkurawang saat dikunjungi Forkopimda Kukar jelang Idulfitri 1447 H lalu (Istimewa)
Kondisi Pasar Mangkurawang saat dikunjungi Forkopimda Kukar jelang Idulfitri 1447 H lalu (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Aktivitas jual beli di Pasar Mangkurawang mulai kembali normal pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Di balik itu, harga sejumlah bahan pokok justru bergerak dinamis—sebagian turun tajam, sementara lainnya perlahan merangkak naik.

Pantauan Rabu (25/3/2026), komoditas cabai yang sempat melonjak tinggi saat puncak Lebaran kini mulai mengalami penurunan signifikan, meski harganya masih tergolong mahal.

Salah satu pedagang, Siti, menyebut harga cabai saat ini berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram. Nominal ini menurun drastis dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh Rp250 ribu per kilogram.

“Sekarang sekitar Rp100 ribu sampai Rp105 ribu. Waktu dekat Lebaran sempat sampai Rp250 ribu per kilo,” ujarnya.

Penurunan ini diyakini Siti terjadi dalam beberapa hari terakhir seiring mulai stabilnya pasokan di pasar.

“Baru-baru ini turunnya cukup terasa. Tapi untuk besok belum tahu, bisa saja berubah lagi,” katanya.

Berbeda dengan cabai, harga bawang merah justru mengalami kenaikan tipis. Yang sebelumnya Rp38 ribu hingga Rp40 per kilogram, kini meningkat menjadi Rp45 ribu per kilogram.

“Bawang naik sedikit, sementara cabai turun, tapi masih di angka tinggi,” jelasnya.

Di sisi lain, harga daging ayam juga mulai melandai setelah sempat naik saat Lebaran. Pedagang ayam, Rahmat, mengatakan harga saat ini berkisar Rp45 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram.

“Waktu Lebaran bisa sampai Rp50 ribu. Sekarang sudah turun sedikit,” ujarnya.

Meski demikian, harga tersebut belum kembali ke kondisi normal. Pada hari biasa, harga ayam berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp37 ribu per kilogram.

Fluktuasi harga sangat bergantung pada ketersediaan stok di pasar. Ketika pasokan terbatas, harga cenderung naik, begitu pula sebaliknya.

“Kalau stok banyak harga turun. Tapi kalau barang sedikit, pasti naik. Sekarang saja kami masih berebut barang,” ungkapnya.

Di sektor sembako, kondisi relatif lebih stabil. Pedagang lainnya, Supriyono, menyebut beberapa komoditas hanya mengalami perubahan tipis.

Harga beras lokal justru turun dari Rp15 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram. Sementara telur naik sedikit dari Rp57.500 menjadi Rp58 ribu per piring, minyak goreng dari Rp20 ribu menjadi Rp21 ribu per liter, dan gula berada di kisaran Rp18 ribu per kilogram.

“Kenaikannya tipis, tidak terlalu berpengaruh,” katanya.

Secara umum, harga pangan di Pasar Mangkurawang mulai menyesuaikan setelah lonjakan saat Lebaran. Namun para pedagang memperkirakan pergerakan harga masih akan fluktuatif dalam beberapa hari ke depan, tergantung distribusi dan ketersediaan barang di pasaran. (moe)

Editor : Indra Zakaria