Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

13 Lulusan Pelatihan Welder Kukar Tembus Industri, Distransnaker Perkuat Skema Siap Kerja

Elmo Satria Nugraha • 2026-04-03 17:53:53
Plt Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Elmo/Prokal.co)
Plt Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Elmo/Prokal.co)

 PROKAL.CO, TENGGARONG – Harapan warga berpenghasilan rendah untuk menembus dunia industri mulai terwujud. Sebanyak 13 peserta pelatihan welder di Kutai Kartanegara kini tak hanya lulus, tetapi sebagian sudah langsung mengantongi pekerjaan.

Program yang digagas Pemkab Kukar melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) ini dirancang bukan sekadar pelatihan, melainkan jalur cepat menuju dunia kerja.

Plt Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Fahriza, mengatakan peserta berasal dari berbagai kecamatan, seperti Muara Jawa, Anggana, Kota Bangun Darat, Muara Badak, Marangkayu, Loa Kulu, Sangasanga, hingga Loa Janan.

“Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga memastikan peserta dapat langsung masuk ke dunia kerja,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan SKK Migas melalui skema Kukar Siap Kerja Etam Sejahtera, dengan sasaran masyarakat berpenghasilan rendah berdasarkan data P3KE atau DTKS desil 1 hingga 5.

Dari 13 peserta, lima orang telah diterima bekerja di perusahaan baja di Batam. Tiga lainnya bekerja di perusahaan di Kukar, sementara lima peserta masih menjalani proses seleksi di perusahaan yang sama di Batam.

Dendy menjelaskan, konsep pelatihan yang diterapkan mengedepankan hilirisasi, yakni memastikan keberlanjutan dari pelatihan hingga penyerapan tenaga kerja.

Program pelatihan welder sendiri telah memasuki angkatan ketiga. Sebelumnya, angkatan pertama diikuti 20 peserta dan angkatan kedua sebanyak 19 peserta.

Meski demikian, pelaksanaan angkatan ketiga tidak lepas dari tantangan. Sejumlah calon peserta mengundurkan diri karena tidak mendapat restu orang tua, mengingat durasi pelatihan mencapai sekitar 3,5 bulan.

Evaluasi juga dilakukan terhadap lulusan sebelumnya. Dari total 39 peserta angkatan pertama dan kedua, sekitar delapan orang bekerja di luar bidang keahlian.

“Kami akan memperketat proses seleksi ke depan, mulai dari tes awal, validasi status peserta, hingga memastikan dukungan keluarga sebelum mengikuti tahapan lanjutan seperti medical check-up,” jelasnya.

Ke depan, Disnaker Kukar tetap memprioritaskan peserta dari keluarga kurang mampu, sekaligus memperluas kemitraan dengan perusahaan di luar SKK Migas. Berbagai kanal informasi juga akan dioptimalkan, mulai dari website resmi, media sosial Instagram, hingga aplikasi Kukar Siap Kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kukar saat ini berada di kisaran 4,7 persen, dengan jumlah pencari kerja lebih dari 11 ribu orang.

“Kami juga menyiapkan strategi alternatif melalui pengembangan kewirausahaan, termasuk pelatihan, bantuan peralatan, dan pendampingan usaha,” lanjutnya.

Program tersebut turut dikaitkan dengan akses pembiayaan melalui kredit Kukar Idaman berbunga nol persen, serta melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait. Pun Distransnaker menyiapkan job fair berbasis digital yang akan digelar di sejumlah wilayah, seperti Tenggarong Seberang, Samboja, dan Kota Bangun.

“Harapannya tenaga kerja Kukar tidak hanya siap bekerja. Tetapi juga mampu mandiri sebagai wirausaha, sehingga pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan secara berkelanjutan,” tutup Dendy.(moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara