Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kukar Bidik Kawasan Perikanan Modern, Lima Desa Masuk Usulan Program Kampung Nelayan Merah Putih

Elmo Satria Nugraha • Kamis, 14 Mei 2026 | 23:21 WIB
Kepala DKP Kukar, Muslik (Istimewa)
Kepala DKP Kukar, Muslik (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan terus didorong Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya dengan mengusulkan lima desa nelayan masuk dalam program prioritas nasional Kampung Nelayan Merah Putih.

Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk pembangunan kawasan nelayan terpadu yang tidak hanya memperkuat sektor perikanan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi daerah dalam mengakses program pusat untuk mempercepat pembangunan sektor kelautan.

“Karena ini adalah program prioritas dan kami juga didorong terus oleh Bapak Bupati untuk mengakses program ini, mengingat banyaknya desa nelayan di Kukar,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Dari sekitar 49 desa nelayan di Kukar, DKP telah mengusulkan lima desa untuk masuk dalam program tersebut. Yakni Desa Pela, Desa Sangkuliman, Desa Semayang, Desa Jantur, dan Desa Kersik.

“Sementara ini yang sudah kami usulkan dan sudah ditindaklanjuti oleh Menteri lewat verifikasi, validasi, dan lain sebagainya, itu ada lima desa yang kita usulkan untuk Kampung Nelayan Merah Putih,” jelasnya.

Muslik menyebut, saat ini usulan tersebut masih dalam tahap penilaian oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bahkan, tiga desa di antaranya disebut berpotensi masuk tahap perencanaan teknis awal.

“Ada informasi bahwa untuk Desa Pela, Sangkuliman, dan Semayang akan dilakukan penyusunan Detail Engineering Design (DED),” terangnya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri dirancang sebagai pembangunan kawasan terpadu bagi masyarakat nelayan. Berbagai fasilitas penunjang disiapkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Dalam program tersebut ada beberapa menu, seperti pembangunan SPBUN, pembangunan pendaratan ikan, bengkel perahu nelayan, balai pertemuan, hingga kawasan kuliner dalam satu kawasan,” paparnya.

Selain mendorong program nelayan, DKP Kukar juga telah lebih dulu mengembangkan Kampung Budidaya Nila di Kecamatan Loa Kulu yang mencakup lima desa sebagai program binaan daerah.

“Ada program pemerintah itu Kampung Budidaya Nila. Kami sudah tetapkan di Kecamatan Loa Kulu meliputi lima desa. Ini juga menjadi bagian binaan dari kami,” tambahnya.

Muslik berharap usulan yang diajukan dapat disetujui pemerintah pusat sehingga pembangunan kawasan nelayan modern di Kukar dapat segera terealisasi.

“Harapan kita nantinya program dari pemerintah itu bisa kita akses, paling tidak ada yang bisa dikembangkan atau dibangun di Kutai Kartanegara,” tutup Muslik. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara