Turap Taman Musik Tenggarong Bergeser 50 Sentimeter, PU Kukar Gandeng Akademisi

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 17:43 WIB
Kepala Dinas PU Kukar Wiyono mendampingi sidak Ketua DPRD Ahmad Yani di Taman Musik Tenggarong (Elmo/Prokal.co)
Kepala Dinas PU Kukar Wiyono mendampingi sidak Ketua DPRD Ahmad Yani di Taman Musik Tenggarong (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Perbaikan turap Taman Musik Tenggarong yang mengalami longsor dan pergeseran struktur belum bisa dipastikan bentuk penanganannya. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) masih menunggu kajian akademisi untuk menentukan apakah konstruksi tersebut cukup diperbaiki dan diperkuat atau harus dibongkar lalu dibangun kembali.

Kajian teknis itu ditargetkan dilakukan November 2026 dengan melibatkan akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Universitas Mulawarman (Unmul). Sementara, perbaikan fisik diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 jika memungkinkan.

Kepala Dinas PU Kukar Wiyono mengatakan, hasil kajian akan menjadi dasar menentukan metode penanganan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran. Sebab, struktur yang telah mengalami pergeseran membutuhkan penanganan berbeda dibandingkan konstruksi dalam kondisi normal.

“Kami tidak ingin perbaikan dilakukan hanya untuk sementara, kemudian kerusakan serupa kembali terjadi. Karena itu, aspek kekuatan dan ketahanan konstruksi untuk jangka panjang harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Wiyono menyampaikan hal tersebut setelah Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama dirinya ke kawasan Taman Musik dan turap sekitar Jembatan Kedaton Agung di Jalan Kartini, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan pengamatan awal, pergeseran atau kemiringan turap diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter. Namun, angka tersebut masih perlu dipastikan melalui pengukuran dan kajian teknis lebih lanjut.

Wiyono menyebut, secara perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi, pekerjaan tersebut sejauh ini relatif telah sesuai ketentuan. Meski demikian, terdapat kemungkinan kerusakan dipengaruhi faktor alam.

Untuk memastikan penyebabnya, Dinas PU Kukar akan berkoordinasi dengan akademisi. Hasil kajian nantinya juga akan dilaporkan kepada Ketua DPRD Kukar sebagai bahan tindak lanjut.

“Jika hasil kajian menyatakan struktur masih layak dipertahankan, tentu akan dilakukan perbaikan dan penguatan sesuai rekomendasi teknis. Namun, apabila dinilai lebih efektif untuk dibongkar dan dibangun ulang, opsi tersebut juga akan dipertimbangkan,” jelasnya.

Belum adanya kepastian metode penanganan membuat kebutuhan anggaran juga belum dapat dihitung. Anggaran sebesar Rp36 Miliar dikucurkan untuk taman ini. Wiyono mengatakan, kemungkinan tambahan penguatan struktur dapat memengaruhi besaran biaya perbaikan.

Dia berharap penanganan kerusakan tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga menjamin kualitas konstruksi dalam jangka panjang. Jangan sampai anggaran telah dikeluarkan, tetapi hasilnya tidak maksimal dan kerusakan kembali terjadi.

Sebelumnya, Ahmad Yani meminta kerusakan turap yang diperkirakan mencapai 50 meter tersebut segera ditangani. Menurutnya, Taman Musik merupakan salah satu ikon Kukar sekaligus destinasi wisata yang perlu dijaga daya tariknya.

“Yang pasti, kerusakan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Taman Musik merupakan salah satu ikon atau maskot Kabupaten Kutai Kartanegara yang harus dijaga keberadaan dan daya tariknya sebagai destinasi wisata,” kata Ahmad Yani.

Dia juga berharap kontraktor maupun perusahaan pelaksana memiliki itikad baik untuk membantu perbaikan, meskipun masa pemeliharaan pekerjaan kemungkinan telah berakhir sekitar enam bulan lalu.

Ahmad Yani menegaskan, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kekuatan konstruksi, estetika kawasan, dan kebutuhan anggaran. Sebab, kondisi turap yang bergeser dan tidak lagi sejajar dinilai sudah tidak mencerminkan kelayakan konstruksi.

Wiyono turut menekankan pentingnya menjaga Taman Musik sebagai bagian dari wajah Kota Tenggarong. Menurutnya, pengembangan kawasan wisata dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.

Dia berharap Kukar ke depan tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga mampu mengoptimalkan sektor pariwisata. Karena itu, pembenahan kawasan wisata, termasuk Taman Musik, menjadi bagian penting dalam mendukung daya tarik daerah dan perputaran ekonomi masyarakat. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara