PROKAL.CO, TENGGARONG – Kerusakan turap di kawasan Taman Musik Tenggarong yang mengalami longsor dan pergeseran struktur mendesak untuk segera ditangani. Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani meminta perbaikan tidak berlarut-larut karena kawasan tersebut merupakan salah satu ikon daerah sekaligus destinasi wisata di pusat kota.
Ahmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, hari ini, untuk melihat langsung kondisi turap yang amblas, termasuk bagian sekitar Jembatan Kedaton Agung di Jalan Kartini.
Menurut Ahmad Yani, kerusakan yang diperkirakan mencapai 50 meter itu perlu ditindaklanjuti dengan kajian teknis mendalam. Penanganannya harus mempertimbangkan apakah struktur yang ada masih dapat dipertahankan atau perlu diganti dengan konstruksi baru.
“Yang pasti, kerusakan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Taman Musik merupakan salah satu ikon atau maskot Kabupaten Kutai Kartanegara yang harus dijaga keberadaan dan daya tariknya sebagai destinasi wisata,” ujarnya.
Dia menilai, kondisi Taman Musik yang belum tertangani dengan baik dapat memengaruhi daya tarik kawasan tersebut bagi masyarakat maupun wisatawan. Selain aspek keamanan, kerusakan juga berkaitan dengan estetika dan penataan wajah Tenggarong.
Berdasarkan koordinasi dengan Dinas PU Kukar, sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran teknis dalam perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi. Namun, Ahmad Yani menyebut terdapat dugaan anomali struktur tanah yang turut memengaruhi kondisi bangunan.
Tingginya intensitas kendaraan yang melintas, termasuk kendaraan berat, juga diduga memberikan tekanan tambahan terhadap struktur tanah dan turap. Selain pada bangunan baru, retakan turut ditemukan pada bagian konstruksi lama.
Kondisi tersebut, menurutnya, mengindikasikan adanya pengaruh karakteristik tanah dan faktor alam. Musim kemarau berkepanjangan serta kondisi sungai yang mengalami kekeringan juga diduga berpengaruh terhadap kestabilan tanah.
"Karakteristik tanah, beban timbunan, serta tekanan lainnya semestinya diperhitungkan sejak tahap perencanaan pembangunan," lanjutnya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap kontraktor maupun perusahaan pelaksana memiliki itikad baik untuk membantu perbaikan. Hal ini tetap diharapkan meskipun masa pemeliharaan pekerjaan kemungkinan telah berakhir sekitar enam bulan lalu.
DPRD Kukar, lanjutnya, mendorong Dinas PU melakukan kajian menyeluruh untuk menentukan metode penanganan yang tepat. Kajian tersebut perlu memperhatikan kekuatan konstruksi, estetika kawasan, serta kebutuhan anggaran.
“Perlu dilakukan perhitungan secara matang untuk menentukan pilihan penanganan, baik dengan mengganti seluruh konstruksi maupun memperbaiki dan mempertahankan struktur yang masih memungkinkan untuk digunakan. Masing-masing opsi tentu memiliki estimasi kebutuhan anggaran yang berbeda,” jelasnya.
Ahmad Yani berharap perbaikan dapat segera dilakukan apabila memungkinkan tanpa harus menunggu terlalu lama. Penanganan yang tepat dinilai penting agar Taman Musik tetap terjaga sebagai ruang publik dan destinasi wisata yang menunjang penataan kota Tenggarong. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co