PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Tiga orangutan rehabilitasi akhirnya menghirup udara kebebasan di Hutan Kehje Sewen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Dua di antaranya jantan bernama Amesh berumur 12 tahun dan Dennis umur 11 tahun. Satu lagi betina bernama Catherine berumur 11 tahun.
Baca Juga: Rakernas SPS di Samarinda Hasilkan Enam Rekomendasi Strategis, Lampung Tuan Rumah Kongres 2027
Ketiganya dilepasliarkan oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim.
Manager Regional BOSF Kaltim, Aldrianto Priadjati, menjelaskan pelepasliaran ini merupakan agenda ke-27 yang dilakukan.
Dengan langkah ini, total orangutan yang telah menempati Hutan Kehje Sewen kini mencapai 156 individu.
“Alhamdulillah, tiga orangutan telah dilepasliarkan, yang mana ini juga melengkapi 153 orangutan yang sudah kami lepasliarkan di Hutan Kehje Sewen," ujar Aldrianto, Kamis (5/11/2026).
Dia menambahkan, sejatinya ada empat orangutan yang direncanakan kembali ke alam liar pada hari tersebut.
Namun, seekor jantan bernama Marlon terpaksa ditunda keberangkatannya akibat menderita diare.
Baca Juga: Tampil Trengginas, Anggi Praditha Raih Dua Emas untuk Balikpapan di Ajang Porwada Kaltim
Aldrianto memastikan kondisi Marlon tidak mengkhawatirkan dan tetap akan dilepasliarkan segera setelah pulih.
Pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan dokter hewan dan verifikasi BKSDA Kaltim.
“Kalau sudah sembuh dan dinyatakan sehat oleh dokter hewan dan setelah diperiksa oleh BKSDA cukup untuk bisa dilepasliarkan, kami akan lepasliarkan. Tidak ada alasan untuk menunda sedikit pun, karena Marlon ini juga sudah siap,” terangnya.
Keempat orangutan tersebut, lanjutnya, merupakan satwa titipan Kementerian Kehutanan yang menjalani rehabilitasi di Samboja Lestari.
Selain itu, lokasi pusat rehabilitasi yang berada di kawasan lindung Ibu Kota Nusantara (IKN), membuat pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Otorita IKN.
Dia juga menekankan, kegiatan kali ini bukanlah tahap akhir, pihak yayasan tidak akan melepaskan begitu saja satwa yang dilepas.
Mereka tetap melakukan pemantauan ketat guna memastikan setiap individu mampu beradaptasi dengan baik di habitat alaminya.
Baca Juga: Modal Podium Sepang, Veda Ega Pratama Siap Meledak di Moto3 Qatar 2026
“Iya artinya dilepasliarkan ini bukan berarti akhir dari proses rehabilitasi, karena kami tetap akan memantau setelah nanti dilepasliarkan ke habitat alaminya,” tandasnya. (*)
OKTAVIA MEGARIA
Editor : Faroq Zamzami