Pola Pikir Growth Mindset atau Fixed Mindset, Mana yang Akan Bikin Anda Sukses? Ini Penjelasannya
Indra Zakaria• Kamis, 19 September 2024 - 17:38 WIB
Ilustrasi perempuan yang memiliki hidup teratur dan disiplin. /(freepik)
Kalian tentu sudah pernah mendengar tentang pola pikir growth mindset dan fixed mindset. Sebenarnya apa sih perbedaannya? Untuk diketahui kedua konsep ini membedakan cara pandang seseorang terhadap kemampuan mereka dalam belajar dan menghadapi tantangan.
Seorang psikolog dari Stanford University, Menurut Carol Dweck menjelaskan, perbedaan pola pikir ini sangat berpengaruh pada cara seseorang mencapai kesuksesan dalam hidup.
Growth Mindset
Pribadi dengan growth mindset percaya bahwa kecerdasan dan kemampuan mereka bisa berkembang melalui usaha, pengalaman, dan belajar. Mereka memandang tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan memperbaiki diri. Hebatnya ketika mereka gagal, mereka tidak menyerah atau merasa tidak mampu, tetapi justru termotivasi untuk mencoba lagi dan belajar dari kesalahan.
Kita ambil contoh, seorang siswa dengan growth mindset mungkin melihat nilai buruk sebagai tanda bahwa mereka perlu belajar lebih giat atau mencari metode belajar yang lebih efektif. Dia yakin bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, mereka bisa meningkatkan performa akademis.
Hal ini sama dengan dunia kerja. Misalnya seorang karyawan dengan growth mindset akan lebih terbuka menerima feedback dan menggunakannya untuk memperbaiki kinerja. Karyawan ini percaya bahwa dengan latihan terus-menerus, mereka bisa meningkatkan kemampuan dan meraih kesuksesan.
Fixed Mindset
Sekarang kita bahas orang dengan fixed mindset. Nah, pribadi dengan fixed mindset percaya bahwa kecerdasan dan kemampuan adalah sesuatu yang tetap dan tidak bisa diubah. Mereka cenderung berpikir bahwa jika mereka tidak pandai dalam sesuatu, itu berarti mereka memang tidak berbakat di bidang tersebut. Akibatnya, mereka menghindari tantangan dan lebih cepat merasa gagal ketika hasil tidak sesuai harapan.
Contohnya, seorang siswa dengan fixed mindset yang mendapatkan nilai buruk mungkin akan merasa bahwa mereka tidak cukup pintar dan akhirnya menyerah. Mereka tidak percaya bahwa usaha tambahan bisa membuat mereka lebih baik. Sama halnya dengan dunia kerja. Karyawan dengan fixed mindset sering kali menghindari tugas yang sulit atau tantangan baru karena takut terlihat tidak kompeten. Mereka juga cenderung menolak kritik atau saran karena menganggap bahwa kemampuan mereka sudah “mentok” dan tidak bisa dikembangkan lebih jauh.
Perbedaan cara berpikir ini membuat orang dengan growth mindset lebih tangguh dalam menghadapi kegagalan. Ketika mereka gagal, mereka melihatnya sebagai pelajaran, bukan sebagai akhir dari segalanya. Sebaliknya, orang dengan fixed mindset sering kali melihat kegagalan sebagai bukti bahwa mereka tidak mampu, sehingga mereka lebih cepat menyerah.
Penelitian dari Carol Dweck menunjukkan bahwa individu dengan growth mindset memiliki peluang lebih besar untuk sukses, baik dalam bidang akademis, profesional, maupun kehidupan pribadi. Mereka lebih siap menghadapi tantangan, lebih gigih, dan lebih terbuka terhadap kritik. sementara itu, orang dengan fixed mindset sering kali merasa terjebak dan tidak berkembang karena mereka membatasi diri sendiri dengan keyakinan bahwa kemampuan mereka tidak bisa berubah.
Lantas apakah pola pikir ini bisa diubah? ternyata bisa! penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan fixed mindset bisa mengembangkan growth mindset melalui kesadaran dan usaha. Caranya adalah dengan mulai melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai sesuatu yang memalukan. Pujian juga bisa dialihkan dari hanya memuji hasil akhir ke menghargai proses dan usaha. Ini membantu seseorang lebih fokus pada pertumbuhan pribadi, bukan hanya pencapaian.
Di sekolah dan tempat kerja, konsep ini sering kali diterapkan untuk mendorong semangat belajar dan pengembangan diri. Guru atau manajer yang menerapkan growth mindset akan lebih menekankan pentingnya usaha dan ketekunan daripada sekadar hasil. Mereka mendorong siswa atau karyawan untuk terus belajar, mencoba hal baru, dan tidak takut gagal.
Menariknya, orang dengan growth mindset tidak hanya sukses karena mereka bekerja lebih keras, tetapi juga karena mereka terus belajar dari pengalaman dan beradaptasi. Di dunia yang terus berubah ini, kemampuan untuk belajar dan beradaptasi menjadi salah satu kunci kesuksesan.
Jadi, apakah growth mindset atau fixed mindset yang lebih bikin sukses? jelas, growth mindset! dengan keyakinan bahwa kemampuan kita bisa berkembang, kita jadi lebih berani menghadapi tantangan, lebih gigih dalam belajar, dan lebih terbuka terhadap perubahan. Sebaliknya, fixed mindset bisa membuat kita terjebak dalam rasa takut dan membatasi potensi diri sendiri. (x/)