Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Permata Terbang dari Atap Dunia: Sang "Burung Sembilan Warna", Saking Indahnya Sering Dianggap AI

Redaksi Prokal • 2026-02-01 16:14:01

 

Himalayan Monal, foto karya fotografer Hasam Nisdr Sudhir.
Himalayan Monal, foto karya fotografer Hasam Nisdr Sudhir.

PROKAL.CO- Di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, di mana oksigen mulai menipis dan angin pegunungan Himalaya menusuk tulang, sebuah keajaiban alam sering kali bersembunyi di balik kabut. Namun, sebuah foto yang belakangan ini menggetarkan jagat maya berhasil "menyeret" keajaiban itu ke layar ponsel jutaan orang.

Seekor burung dengan warna yang seolah dipetik dari palet pelangi tertangkap kamera sedang melayang anggun di langit Bhutan. Banyak yang menuduhnya sebagai produk kecerdasan buatan (AI).  Namun, kenyataannya jauh lebih puitis: itu adalah Himalayan Monal, sang "Dewa" pegunungan yang nyata.

Antara Mitos dan Lensa Kamera

Bagi mereka yang belum pernah mendengarnya, melihat foto karya fotografer seperti Hasam Nisdr Sudhir ini memang terasa mustahil. Bagaimana mungkin seekor burung memiliki bulu hijau zamrud, ungu metalik, biru elektrik, hingga tembaga yang bersinar sekaligus?

Himalayan Monal (Lophophorus impejanus) bukan sekadar burung; ia adalah kanvas berjalan. Fenomena warnanya berasal dari struktur mikro pada bulunya yang membiaskan cahaya—mirip dengan cara prisma memecah sinar matahari.

Di Nepal, keindahannya begitu dihormati hingga ia dinobatkan sebagai burung nasional. 

Keunikan dari foto yang viral tersebut bukan hanya pada warnanya, melainkan momennya. Monal adalah anggota keluarga pheasant (ayam pegar). Dengan tubuh yang relatif gemuk dan berat mencapai 2,5 kg mereka lebih suka berjalan kaki di lantai hutan untuk menggali umbi-umbian dan serangga. "Melihat Monal berjalan itu biasa, tapi melihatnya terbang di ruang terbuka adalah sebuah keberuntungan langka," ungkap para pengamat burung.

Sayap mereka yang kuat biasanya hanya digunakan untuk pelarian cepat—menukik tajam ke lembah saat merasa terancam—bukan untuk pamer keindahan di langit biru. Itulah mengapa foto tersebut dianggap sebagai pencapaian besar dalam dunia fotografi satwa liar.

Bertahan di Keheningan Himalaya

Himalayan Monal penghuni tetap zona dataran tinggi, dari Afghanistan hingga Tibet.
Himalayan Monal penghuni tetap zona dataran tinggi, dari Afghanistan hingga Tibet.

Meskipun penampilannya sangat mencolok, kehidupan Monal penuh dengan tantangan. Mereka adalah penghuni tetap zona dataran tinggi, dari Afghanistan hingga Tibet. Di musim dingin, mereka akan bermigrasi ke ketinggian yang lebih rendah demi mencari makanan di balik lapisan salju.Di balik keindahannya yang memukau, tersimpan pesan tentang ketangguhan.

Bulu-bulu indah itu bukan sekadar hiasan, melainkan cara mereka berkomunikasi dan menarik pasangan di tengah kerasnya alam Himalaya.Penutup: Keajaiban yang Harus DijagaKini, saat foto tersebut tersebar luas, ada satu pengingat penting bagi kita semua.

Keindahan yang tampak "seperti AI" ini adalah bagian dari kekayaan biodiversitas Bumi yang kian terancam oleh perubahan iklim dan hilangnya habitat.Himalayan Monal mengingatkan kita bahwa alam semesta masih menyimpan banyak rahasia yang jauh lebih indah daripada apa pun yang bisa dihasilkan oleh perintah teks komputer. Mereka adalah permata hidup, terbang bebas di antara puncak-puncak tertinggi dunia, menanti untuk dikagumi—namun tetap harus dilindungi. (*)

Editor : Indra Zakaria