Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Hiroshi Nohara: Bapaknya Sinchan yang Sering Jadi Bahan Ejekan, Gambaran Sosok 'Karyawan Idaman' dan Suami Green Flag

Redaksi Prokal • 2026-02-05 09:00:00
Keluarga Sinchan
Keluarga Sinchan

PROKAL.CO– Bagi penggemar kartun Crayon Sinchan, sosok Shinosuke Nohara yang nakal dan lucu pasti selalu menjadi pusat perhatian. Namun, di balik tingkah polah Sinchan, ada satu figur yang sering dianggap hanya sebagai badut pelengkap: Hiroshi Nohara, sang ayah. Digambarkan dengan ciri khas kaki bau, takut istri, dan wajah yang sering bonyok, Hiroshi ternyata menyimpan realita yang sangat relevan dengan kehidupan karyawan masa kini.

Jika dibedah lebih dalam, menjadi seorang Hiroshi Nohara sebenarnya adalah sebuah privilege atau hak istimewa. Mari kita tengok aset yang dimilikinya. Meskipun sering mengeluh tentang cicilan rumah selama 32 tahun, Hiroshi adalah pemilik rumah dua lantai di kawasan pinggiran Tokyo. Di dunia nyata, memiliki pengajuan KPR yang disetujui untuk properti bernilai miliaran adalah sebuah prestasi finansial yang menunjukkan bahwa ia adalah debitur yang sangat dipercaya oleh institusi keuangan.

Hiroshi juga merupakan sosok single income warrior sejati. Sebagai kepala keluarga, ia menanggung biaya hidup empat nyawa—istrinya Misae, Sinchan yang sekolah TK, bayi Himawari yang butuh popok dan susu—ditambah Shiro, anjing peliharaan mereka. Hebatnya, dengan hanya satu sumber gaji, keluarga ini tidak pernah kelaparan, memiliki mobil pribadi, dan Misae masih bisa menyisihkan uang untuk berbelanja baju diskon.

Di dunia kerja, jabatan Hiroshi sebagai Kakaricho (Section Chief) menunjukkan posisinya sebagai karyawan yang memiliki anak buah dan kepercayaan atasan. Meski harus menghadapi budaya kerja Jepang yang keras dengan pulang larut malam dan tekanan dari klien, Hiroshi tidak pernah membawa stres kantor ke dalam rumah.

Mental baja adalah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok ini. Alih-alih menjadi pemarah, ia tetap sabar meladeni kelakuan Sinchan, bahkan bersedia menjadi "kuda-kudaan" sepulang kerja demi menyenangkan anaknya. Perihal ejekan kaki bau pun sebenarnya adalah simbol perjuangan. Bau tersebut adalah hasil dari keringat seorang laki-laki yang setiap hari berjalan kaki ke stasiun, berdesakan di kereta, dan mengejar target dengan sepatu pantofel demi menghidupi keluarga.

Dalam hal kesetiaan, Hiroshi adalah definisi green flag yang tersembunyi. Walaupun sesekali melirik wanita cantik secara naluriah, ia menyerahkan seluruh gajinya kepada sang istri dan hanya menerima uang saku bulanan. Meski sering mendapat "jitakan" dari Misae, ia tidak pernah membalas dengan kekerasan karena ia menyadari betapa lelahnya sang istri mengurus rumah tangga.

Pada akhirnya, Hiroshi Nohara mengajarkan kita bahwa kejantanan sejati bukan soal kekuasaan atau fisik yang sempurna, melainkan tentang ketangguhan mental, kesetiaan, dan pengorbanan tanpa henti untuk orang-orang tersayang di rumah. (*)

Editor : Indra Zakaria