Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dilema Kencan Modern: Mengapa Sikap Wanita Setelah Momen Intim Sering Salah Diartikan Pria?

Redaksi Prokal • Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:48 WIB
Ilustrasi kencan pertama.
Ilustrasi kencan pertama.

PROKAL.CO- Dinamika hubungan asmara di era modern terus melahirkan berbagai sudut pandang dan perbincangan hangat, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu topik yang sering memicu perdebatan adalah interpretasi pria terhadap perubahan sikap seorang wanita setelah mereka menghabiskan waktu intim bersama.

Di berbagai platform diskusi digital, muncul sebuah teori atau pandangan dari sebagian pria mengenai apa yang mereka sebut sebagai "tanda keterikatan alamiah" vs "sikap acuh tak acuh."

Teori Keterikatan Emosional vs Sikap Mandiri

Sebagian kalangan di media sosial mempercayai bahwa secara psikologis dan biologis, seorang wanita cenderung menunjukkan tanda-tanda keterikatan yang lebih kuat setelah melewati fase keintiman. Tanda-tanda ini sering kali digambarkan seperti menjadi lebih perhatian atau lebih sering mengirim pesan. Menunjukkan sisi feminin yang lebih hangat. Ingin segera merencanakan pertemuan berikutnya.

Namun, pergeseran terjadi ketika seorang wanita justru menunjukkan sikap sebaliknya—seperti menarik diri, mendadak cuek, atau menghilang setelah kencan (ghosting). Dalam narasi yang beredar di komunitas pria tertentu, sikap cuek atau penarikan diri ini sering kali langsung diasosiasikan dengan masa lalu sang wanita atau persepsi mengenai jumlah mantan pasangan yang banyak. Mereka menganggap bahwa hilangnya respons emosional tersebut terjadi karena nilai keintiman telah bergeser menjadi sesuatu yang biasa bagi individu tersebut.

Perspektif Psikologi Modern: Tidak Bisa Digeneralisasi

Meskipun teori-teori jalanan ini populer di kalangan tertentu, para pakar hubungan dan psikolog sering kali mengingatkan bahwa perilaku manusia dalam hubungan tidak sesederhana itu dan tidak bisa digeneralisasi.

Ada banyak alasan mengapa seseorang—baik pria maupun wanita—memilih untuk menarik diri setelah momen intim, di antaranya, rasa cemas atau insecurity: Takut terlihat terlalu agresif atau takut ditolak, sehingga memilih untuk menunggu pihak lain bergerak terlebih dahulu.

Ketidakcocokan: Menyadari bahwa tidak ada chemistry atau koneksi emosional yang kuat setelah mengenal lebih dekat.

Perlindungan Diri: Batasan emosional yang sengaja dipasang agar tidak terjebak dalam hubungan yang belum jelas arahnya.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar tidak terburu-buru memberikan label negatif atau mengambil kesimpulan sepihak tanpa adanya komunikasi yang sehat. Bagi para pria yang menghadapi situasi di mana pasangan kencannya mendadak berubah menjadi dingin, para kreator konten hubungan menyarankan untuk tetap menjaga harga diri dan bersikap tenang.

Alih-alih mengejar secara berlebihan atau menunjukkan rasa frustrasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan, sikap terbaik adalah memberi ruang. Fokus pada pengembangan diri dan memahami bahwa dinamika kencan modern memang penuh dengan ketidakpastian adalah kunci untuk tetap sehat secara mental dalam mencari pasangan hidup yang tepat. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kencan pertama