Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pria, Simak Ini! Jangan Lakukan Kesalahan Fatal di Tahap ke-2 Saat Putus Cinta

Redaksi Prokal • Rabu, 8 Juli 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi pria patah hati.
Ilustrasi pria patah hati.

 
PROKAL.CO- Putus cinta sering kali digambarkan sebagai salah satu momen paling berat dalam hidup seorang pria. Di balik ego dan sikap tangguh yang kerap ditunjukkan di luar, secara psikologis seorang pria sebenarnya harus melewati enam tahapan emosional yang menguras energi pasca-perpisahan. Menariknya, mayoritas pria justru terjebak dan melakukan kesalahan terbesar mereka pada tahap kedua, yang alih-alih memperbaiki keadaan, justru merusak segalanya.

Berikut adalah 6 Tahapan Emosional Pria Setelah Putus Cinta yang wajib dipahami agar tidak salah melangkah:

Tahap 1: Kejutan (Shock)

Perpisahan sering kali menghantam seperti kereta barang. Meskipun tanda-tandanya sudah terlihat dari jauh, Anda tetap tidak akan pernah benar-benar siap saat hari itu tiba. Pada tahap awal ini, otak pria akan merasa mati rasa, bingung, dan seperti hidup dalam mimpi buruk. Fokus utama di tahap ini hanyalah bertahan hidup melewati hari demi hari karena logika belum berjalan dengan jernih.

Tahap 2: Penyangkalan (Denial) — Titik Kesalahan Terbesar Pria

Di sinilah badai emosional paling berbahaya terjadi. Banyak pria menolak menerima kenyataan dan mulai melakukan tindakan impulsif. Memohon dan merengek agar mantan kekasihnya kembali. Mengirimkan pesan teks yang sangat panjang atau menulis surat emosional. Muncul tiba-tiba di rumah atau tempat kerjanya. Memberikan janji manis untuk berubah dan menjadi lebih baik.

Ini adalah kesalahan fatal. Perasaan dan ketertarikan tidak bisa dinegosiasikan atau ditawar. Sikap memohon hanya akan membuat seorang pria terlihat lemah, putus asa, dan justru mendorong sang wanita pergi semakin jauh.

Tahap 3: Kemarahan (Anger)

Ketika semua permohonan di tahap kedua gagal total, kesedihan itu akan berubah menjadi amarah. Pria akan mulai merasa marah pada mantan kekasihnya, marah pada diri sendiri, hingga marah pada keadaan. Rasa dikhianati dan waktu yang terbuang sia-sia akan mendominasi. Tahap ini sangat rawan memicu perilaku buruk, seperti mengirim pesan makian yang nantinya akan disesali.

Tahap 4: Kemurungan (Depression)

Setelah amarahnya mereda, ruang kosong di hati pria akan mulai terisi oleh kesedihan yang mendalam. Ciri-ciri pria yang berada di tahap ini meliputi, merasa kosong, tersesat, dan pesimis akan masa depan cintanya. Mengisolasi diri dari lingkungan sosial. Berhenti merawat diri dan mengabaikan hobi.

Meskipun ini adalah fase tergelap, para psikolog menilai tahap ini adalah yang paling penting. Kesedihan tidak boleh dihindari atau dilompati; ia harus dirasakan dan dilewati agar luka emosional bisa benar-benar sembuh.

Tahap 5: Pembangunan Kembali (Rebuilding)

Fase titik balik dimulai di sini. Perlahan tapi pasti, pria mulai fokus kembali pada dirinya sendiri. Mereka akan mulai kembali ke gym, berkumpul dengan teman-teman, dan menata ulang tujuan hidup atau karier mereka. Tahap ini bukan tentang ajang balas dendam untuk membuat mantan menyesal, melainkan murni tentang pemulihan diri (self-healing) dan menciptakan kehidupan baru yang mandiri.

Tahap 6: Penerimaan (Acceptance)

Ini adalah garis akhir dari proses patah hati. Pria akhirnya bisa berdamai dengan kenyataan bahwa hubungan tersebut telah usai dan sang mantan tidak akan kembali. Tidak ada lagi rasa benci, dendam, ataupun amarah—yang tersisa hanyalah kedamaian. Di tahap inilah pria menyadari bahwa perpisahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah awal yang baru untuk hidup yang lebih baik. (*)

Editor : Indra Zakaria
#putus cinta #patah hati