JAKARTA– Pekan depan, Raja dan Ratu Belanda, Willem-Alexander dan Maxima, bakal mengunjungi Indonesia. Tak hanya Jakarta, Raja bersama rombongan kenegaraan ini diagendakan bakal menyambangi sejumlah daerah di Indonesia.
Plt Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah menuturkan, Raja bersama rombongan akan berada di Indonesia mulai tanggal 9-13 Maret 2020. ”Sudah pasti (tanggalnya, red),” ujarnya pada Koran ini, kemarin (3/3).
Raja akan ditemani empat menteri dan 200-an pengusaha dari berbagai bidang. Awalnya, Menteri Pertanian diagendakan ikut serta. Namun, batal dan diwakili oleh Wakil Menteri. ”Saya mendengar, kalau tidak salah Menteri Pertanian urung dan sepertinya dikaitkan dengan perkembangan politik di dalam negeri,” tuturnya.
Kunjungan ini terbilang special. Sebab, lawatan ini khusus untuk datang ke Indonesia saja. Padahal biasanya, perjalanan diplomatic seorang pemimpin negara ada rangkaian khusus. Tidak hanya satu negara. Hal ini seolah menunjukkan kedekatan antara Belanda dan Indonesia. Willem sendiri bukan kali pertama datang ke Indonesia. Sebelumnya, ketika menjadi putra mahkota, sekitar 25 tahun lalu, ia pernah menginjakkan kaki di Tanah Air.
Fokus kedatangan Raja beserta delegasinya ini nanti akan membahas kerjasama ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) bersama pemerintah Indonesia. Ada 5-6 kesepakatan bisnis berskala besar yang diagendakan ditandatangani, juga 30an kesepakatan kecil bisnis yang bakal diteken.
Untuk kerja sama ekonomi mencakup pengelolaan air, infrastruktur, dan pariwisata. Sementara pengembangan SDM diantaranya seputar kolaborasi pendidikan vokasi dan perawat di sana.
Sejalan dengan target kerja sama tersebut, Raja dan rombongan delegasinya dijadwalkan berkunjung ke sejumlah kota. Yakni, Jakarta, Jogjakarta, Palangkaraya, dan Danau Toba. Di Jogjakarta, akan lebih membahas soal vokasi. Sementara, di Danau Toba berhubungan dengan sector pariwisata. Sebagai informasi, Belanda merupakan investor terbesar bagi Indonesia dari Benua Biru.
Disinggung soal kewaspadaan SARS-CoV-2, Mantan Duta Besar INdonesi untuk Kanada itu menegaskan, bahwa sudah jadi kewajiban pemerintah memastikan keselamatan tamu negara selama di Tanah Air. Meski ada sejumlah penyesuaian. ”Ada prosedur dan standar pengamanan bagi tamu-tamu negara,” ungkapnya. (mia)
Editor : izak-Indra Zakaria