DENPASAR - Seorang Warga Negara Asing (WNA) di Bali akhirnya diamankan oleh pihak Satpol PP Denpasar, Minggu kemarin (10/5). Pria bernama lengkap Lazovsko Viktor, asal Belarus (Negara di Eropa Timur) ini ditahan karena terlihat linglung. Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Sayoga menjelaskan bahwa sebelumnya pria berusia 34 tahun ini ditahan oleh pihak kepolisian, karena dicurigai seperti gelandangan yang stres.
"Dia diserahkan oleh Polsek Denpasar Barat ke kami. Dia dicurigai seperti gelandangan yang stres," kata Dewa Sayoga Senin (11/5).
Victor sendiri sudah cukup lama berada di Bali. Dia awalnya tinggal di sebuah villa. Lalu karena mulai kekurangan uang, akhirnya ia memilih tinggal di kos. Bulan Februari 2020 lalu, dia sempat diamankan oleh Pol PP Badung "Dan waktu itu diamankan karena mengamuk usai mengkonsumi jamur tai atau kotoran sapi," imbuhnya.
Kemarin pun, lanjut Dewa Sayoga, saat ditahan di sel Pol PP Denpasar, WNA tersbut sempat ngamuk-ngamuk karena tidak dikasih rokok. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, ternyata yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. "Jadi berdasarkan pemeriksaan medis, dia memang mengalami gangguan jiwa. Dia kelihatan ngamuk. Minta rokok. Katanya dia biasa sarapan jam enam pagi," tambah Sayoga.
Dijelaskannya, bahwa Victor sejatinya masih menjadi pasien di RSUP Sanglah. Namun entah kenapa dia memaksakan dirinya untuk keluar dari rumah sakit, lalu terlunta-lunta di jalanan.
Pasca diamankan, Victor pun akan dikirim ke RS Bangli untuk mendapatkan perawatan kejiwaannya. "Sementara ini harusnya dia masih menjadi pasien Sanglah sebenarnya. Tetapi dia keluar paksa dari rumah sakit. Sehingga kami amankan. Kami akan tindaklanjuti ke RS Bangli setelah berkoordinasi dengan Kedubes mereka," tambah Sayoga.
Anom Sayoga mengaku, di Denpasar belakangan ini kerap muncul masalah sosial, seperti maraknya gepeng dan pengemen di perempatan jalan hingga WNA yang mengalami depresi. Karena pengamen dan gepeng yang beroperasi di perempatan jalan ditakutkan menularkan virus corona karena tidak memakai masker. ”Gepeng dan pengamen kita tertibkan di perempatan Jl. Gatot Subroro-Jl. Cokroaminoto lari ke Jl. Mahendradata-Gatsu Barat,’’ jelas Anom Sayoga. (vir/dhi/art)
Editor : izak-Indra Zakaria