JAKARTA– Persiapan menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Kemarin (15/6) lembaga pengawas itu memulai Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) yang dibuka di Gresik, Jawa Timur.
Untuk diketahui, SKPP merupakan gerakan pembibitan kader yang akan digelar di 100 daerah terpilih se-Indonesia. Sekolah kader yang melibatkan 20 ribu peserta itu diadakan untuk melahirkan kader yang siap ’’dipanen’’ sebagai relawan pengawas pada 2024.
Anggota Bawaslu bidang pengawasan Mochammad Afifuddin mengatakan, gerakan tersebut adalah salah satu ikhtiar Bawaslu untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan partisipatif. ’’SKPP ini program prioritas nasional,’’ ujarnya dalam ’’Kick Off’’ SKPP 2021 di Gresik, Jawa Timur, yang disiarkan secara virtual.
Afif menjelaskan, pemantauan pemilu tidak bisa hanya mengandalkan pengawas. Sebab, harus diakui, pengawas memiliki keterbatasan, termasuk dalam sumber daya manusia. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara masyarakat dan penyelenggara untuk membumikan nilai pengawasan di lapangan.
Selain itu, publik harus tahu bahwa pemilu bukan hanya tanggung jawab lembaga penyelenggara. Pemerintah daerah (pemda), anggota dewan, dan seluruh masyarakat juga bisa terlibat. ’’Bagaimana semua bergerak melakukan kaderisasi pengawas pemilu dan memberikan pendidikan politik,’’ imbuhnya.
Dalam konteks bernegara, Afif mengibaratkan SKPP bagian dari salah satu bentuk cinta tanah air. ’’Penting bagi Bawaslu yang senantiasa menumbuhkan bibit-bibit kader pengawas ke sebanyak mungkin,” tuturnya.
Anggota Bawaslu bidang penanganan perkara Ratna Dewi Pettalolo menambahkan, pemilu yang berkualitas adalah pemilu yang melibatkan partisipasi masyarakat. Sebab, partisipasi bagian dari instrumen demokrasi yang sehat.
Karena itu, untuk mengetahui kemurnian suara, pemilih berhak memastikan prosesnya berjalan adil. Salah satunya dengan terlibat dalam pengawasan. ’’Itulah pentingnya kita hadir dalam proses pemilu,’’ tandasnya. (far/c7/bay)
Editor : izak-Indra Zakaria