MEMASUKI hari kedua setelah pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, perolehan medali Kaltim belum beranjak dari satu medali emas. Medali tersebut hasil dari cabang olahraga (cabor) sepatu roda kelas Individual Time Trial (ITT) 500 Meter Putra atas nama Anjang Pius Saruman.
Hanya meraih satu medali emas membuat posisi Kaltim terus melorot. Hingga pukul 21.30 Wita tadi malam, Kaltim menempati posisi 14 klasemen sementara perolehan medali PON XX Papua 2021. Kendati demikian, Ketua Umum KONI Kaltim Zuhdi Yahya tidak panik.
Hal itu lantaran cabor andalan Kaltim baru akan dipertandingkan hari ini. Dimulai dari catur, anggar dan layar. Sementara cabor andalan lain seperti Gulat, angkat berat dan angkat besi juga belum dimainkan.
“Harus tetap optimistis. Semoga cabor andalan kita bisa segera menghasilkan emas untuk Kaltim,” terang Zuhdi.
Sejauh ini memang ada beberapa cabor yang gagal mewujudkan target. Salah satunya, Muaythai. Menargetkan tiga medali emas, faktanya muaythai hanya bisa menyudahi langkah di Bumi Cendrawasih dengan raihan satu perak dan enam perunggu.
Satu-satunya harapan muaythai meraih medali emas lewat Devan Vebra Ananta urung terlaksana. Pada laga yang tersaji di GOR STT Gidi, Jayapura tadi malam, Devan dibuat tak berdaya oleh atlet Jawa Tengah.
Satu-satunya cabor yang sudah memenuhi target sejauh ini hanya sepatu roda dengan satu emas dan empat perak. Sementara tarkwondo di hari kedua sudah mengoleksi tiga perunggu.
Menilik peluang lima besar, Zuhdi mengatakan masih tetap optimistis. Untuk itu dia berharap agar atlet bisa lebih termotivasi untuk menyumbang medali bagi Kaltim.
“Tetap optimistis kita bisa segera memperbaiki posisi,” ucapnya. (don)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan