Di tengah semangat pengembangan kreativitas anak usia dini, Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PMM) dari Gelombang 2 Kelompok 99 yang dibimbing oleh Ibu Siti Khoiruli Ummah, S.Pd., M.Pd. merangkul murid TK Dharma Wanita Persatuan II Kalisongo dalam sebuah proyek bersejarah: program kerja praktik batik celup. Dengan membagi 10 kelompok, kami membangun sebuah perjalanan belajar yang menyenangkan dan edukatif.
Proses batik celup dimulai dengan pembagian kelompok murid, di mana setiap kelompok mendapat kesempatan untuk merasakan langsung proses kreatif dalam membuat batik celup. Mereka belajar tentang sejarah batik, teknik-teknik dasar, serta bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan batik tradisional.
Setiap kelompok secara bergantian memasuki tahap proses batik celup, dari persiapan corak hingga penggunaan pewarna alami yang telah disediakan. Para mahasiswa PMM dengan penuh semangat mendampingi setiap langkah, memastikan setiap anak merasakan kegembiraan dan kebanggaan saat karyanya tercipta.
Tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, program ini juga memberikan peluang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi mereka. Melalui proses ini, mereka belajar menghargai proses kerja keras serta menemukan keunikan dan keindahan dalam setiap karya yang mereka buat.
Penjemuran menjadi tahap akhir yang penuh dengan antusiasme, di mana setiap kain batik hasil karya anak-anak dipajang dengan bangga. Mereka melihat dengan penuh kekaguman bagaimana setiap pola dan warna yang mereka ciptakan menghiasi kain, menciptakan sebuah karya seni yang memikat.
Program kerja praktik batik celup ini bukan hanya sekadar kegiatan kreatif, tetapi juga sebuah perjalanan pembelajaran yang membuka cakrawala baru bagi anak-anak TK Dharma Wanita Persatuan II Kalisongo. Melalui kolaborasi dengan mahasiswa PMM, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan apresiasi terhadap budaya lokal mereka. (*)
Editor : Indra Zakaria