Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Upaya Mengurangi Dampak Perubahan Iklim dari Dusun Kawista

Indra Zakaria • 2024-05-11 09:14:27

SENTRA UMKM: Berbagai hasil bumi di Dusun Kawista “disulap” menjadi berbagai produk olahan makanan hingga menjadikan dusun ini terkenal dengan sentra UMKM penghasil oleh-oleh dari Wonosobo.
SENTRA UMKM: Berbagai hasil bumi di Dusun Kawista “disulap” menjadi berbagai produk olahan makanan hingga menjadikan dusun ini terkenal dengan sentra UMKM penghasil oleh-oleh dari Wonosobo.
 

Dampak perubahan iklim semakin mengkhawatirkan di Indonesia, termasuk di sebuah dusun di Wonosobo, Jawa Tengah yang sejak satu dekade terakhir terus mengalami kenaikan suhu meski berada di dataran tinggi.

----

Dusun Kawista. Sebuah perkampungan yang termasuk wilayah administrasi Desa Adiwarno, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dusun ini mencakup wilayah 248.345,88 meter persegi. Masyarakatnya yang berjumlah 380 jiwa menggantungkan hidup dari lahan pertanian dan perikanan.

Namun, dalam perjalanannya, terjadi perubahan iklim yang berdampak pada perekonomian masyarakat. Dalam satu dekade terakhir, wilayah ini termasuk daerah lainnya mengalami peningkatan suhu yang signifikan. Accuweather 2023 mencatat, berlokasi di dataran tinggi, wilayah ini memiliki suhu rata-rata 25-33 derajat celsius. Namun sebelumnya, suhu rata-rata berada di 24-29 derajat celsius.

Kondisi tersebut pun memantik perhatian PT Pamapersada Nusantara (Pama). Dimulai 2022 lalu, melalui pembinaan corporate social responsibility (CSR) dibentuklah sebuah program kampung iklim (proklim). Berbagai program pembinaan, pelatihan, pendampingan hingga dukungan pemasaran dilakukan perusahaan kepada masyarakat.

Sejumlah alasan mengapa Dusun Kawista dipilih. Salah satunya karena adanya sosok Aan Ibnu Khumed, pelopor perubahan yang kini menjadi ketua Proklim Kawista Maer. Dengan adanya pelopor yang melakukan kegiatan bermanfaat bagi masyarakat, akan ada warga lain yang menduplikasi untuk melakukan kebaikan sejenis.

Mengusung tema “A Sustainability Lifestyle Toward Green Growth”, PT Pamapersada Nusantara (Pama) lantas mengundang 90 wartawan dalam media gathering pada 6-8 Mei lalu. Sekaligus menunjukkan kepada publik adanya Dusun Kawista, yang menjadi garda terdepan dalam mengurangi dampak perubahan iklim yang kini menjadi isu penting di dunia.

Persoalan utama yang pertama dibenahi adalah terkait pengelolaan sampah. Masyarakat setempat sebelumnya kurang memiliki kesadaran dalam mengelola sampah. Hingga banyak yang membuang ke sungai atau pekarangan rumah. Hingga pada Juni 2023, Bimbingan Teknis Proklim dan Pelatihan Pengolahan Sampah di Dusun Kawista dilakukan guna meningkatkan kesadartahuan masyarakat terkait proklim dilakukan.

“Pengelolaan sampah menjadi perhatian serius yang perlu dipahami setiap masyarakat Dusun Kawista. Sejak adanya proklim, pengelolaan sampah (bank sampah dan daur ulang) sudah dilakukan. Pembuangan limbah domestik yang awalnya dibuang ke sungai, kini juga mulai bergeser ke sanitasi sehat,” ungkap CSR Department Head Pama Maidi Irvan di Dusun Kawista, Selasa (7/5) lalu.

Selain pengelolaan sampah, konversi energi juga dilakukan. Energi terbarukan yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui seperti solar cell secara perlahan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik. Hingga 85 persen kepala keluarga di Dusun Kawista telah menggunakan lampu hemat energi sebagai penerangan.

“Upaya selanjutnya adalah meminimalisir terjadinya bencana seperti kekeringan, banjir dan tanah longsor. Dusun yang banyak dilintasi sungai sebagai sarana pengairan untuk pertanian dulunya kerap mengalami bencana tersebut, selama kurun waktu April–akhir 2023 tidak ditemukan kasus kekeringan, banjir, maupun longsor. Ini salah satunya berkat 50 titik biopori telah dipasang yang tersebar di Dusun Kawista,” ungkap Maidi.

Di sisi lain, sekitar 5 hektare lahan di Dusun Kawista dikembangkan sebagai lahan budi daya berbagai jenis multipurpose tree species (MTS). Di antaranya, singkong, salak, kelapa, bambu, albasia, durian, kawista, talas, nangka, dan mahoni. “Ini bentuk agroforestri, penggabungan tanaman pangan dengan tumbuhan kayu yang dikembangkan di Dusun Kawista. Hingga bisa menghasilkan salah satu produk unggul yakni tiwul instan yang sudah banyak dipasarkan secara luas,” imbuhnya.

Luas lahan pertanian di Dusun Kawista mencakup 60 persen luas dusun. Penanaman tanaman pangan dilakukan warga untuk meningkatkan ketahanan pangan. Saat akan ditambah 1.000 meter persegi untuk pengembangan sebagai mina padi.

Menggabungkan tanaman padi dengan budi daya nila. Selain budi daya ikan di kolam warga, budi daya ikan juga dilakukan di dalam ember (budikdamber). Sebanyak 20 budikdamber terdapat di Dusun Kawista. Jenis yang dikembangkan adalah kangkung dan lele.

Peningkatan tutupan lahan dilakukan dengan penanaman tanaman pertanian, buah-buahan, toga, hingga tanaman berkayu. Kawista (Limonia acidissima) pun tengah dibudidayakan di dusun ini. Buah kawista dapat dimanfaatkan menjadi olahan minuman seperti sirup. Peningkatan kualitas lingkungan juga diimbangi dengan peningkatan pendapatan masyarakat Dusun Kawista. Saat ini setidaknya ada 20 UMKM, dengan 37 produk, 1 kelompok tani, dan 1 perajin.

“Untuk menjaga kebersihan, kerja bakti dilakukan warga Dusun Kawista satu minggu sekali pada hari Minggu. Hasilnya selama kurun waktu April 2023 hingga akhir 2023 belum ditemukan kasus penyakit terkait iklim,” ucap Maidi.

Sektor pendidikan yang berbasis lingkungan juga diterapkan Pama melalui program Sekolah Adiwiyata di SMP 3 Selomerto. Lokasinya yang berdekatan dengan Dusun Kawista menjadi lokasi strategis untuk mengajarkan anak-anak berperilaku cinta lingkungan.

CSR Officer PT Pamapersada Nusantara, Rezky Putri Harisanti menyebut adiwiyata merupakan program yang efektif karena di dalamnya ada pilar pendidikan dan pilar lingkungan hidup. Kata dia, program ini bertujuan menanamkan cinta dan peduli terhadap lingkungan sejak dini.

“Saat ini Pama sudah memiliki total 30 sekolah adiwiyata binaan di seluruh area operasional meliputi Pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Di Jakarta, anak usaha PT United Tractors Tbk (UT) ini sudah membina tujuh sekolah untuk melaksanakan program adiwiyata,” imbuh Rezky.

Berkat upaya yang dilakukan, Pama berhasil menyabet penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan kategori Penghargaan Perusahaan Pembina dan Pendukung Proklim pada Oktober 2023 dan CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Awards pada 7 Mei 2024.

Sementara itu Direktur Pama, Ari Sutrisno mengatakan, seluruh upaya Pama dalam melestarikan lingkungan bukan soal penghargaan saja, tapi yang lebih utama adalah membangun budaya dan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. “Contoh sederhana dari program adiwiyata di sekolah adalah memilah dan memilih sampah organik dan anorganik serta membuang ke tempatnya. Campaign ramah lingkungan ini didukung dengan jargon SMP 3 Selomerto “Zero Plastic”,” ungkap Ari. (rdh/k16)

Editor : Indra Zakaria