PROKAL.CO-Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) beruntun kembali terjadi di Jalan Tol Cipularang, Jawa Barat, Senin (11/11/2024) sekitar pukul 15.15 waktu setempat. Tepatnya di Km 92 arah Jakarta.
Kecelakaan melibatkan 17 kendaraan yang bertabrakan dan bertumpukan di tengah guyuran hujan.
Berikut adalah profil jalan tol ini dikutip dari Wikipedia.
Tol Cipularang singkatan dari Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang.
Jalan tol ini selesai dibangun akhir April 2005.
Ini adalah jalan tol di Indonesia yang menghubungkan Kecamatan Cikampek di Kabupaten Karawang dan Kecamatan Padalarang di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Jalan Tol ini melintasi Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Bandung Barat.
SEJARAH
Cikal bakal pembangunan Tol ini dimulai sejak 1990-an.
Pemerintah awalnya berencana membuat jalan tol penghubung Jakarta dengan Bandung yang akan bercabang dari Tambun atau Cikarang Barat kemudian berbelok ke selatan menuju Jonggol.
Lalu Cianjur (Mande/Ciranjang) hingga Padalarang yang terhubung dengan Tol Padaleunyi.
Rencana proyek ini sempat dinamakan Plan Tol Cigolarang (Cikarang, Jonggol, Cianjur, dan Padalarang).
Jarak antara Jakarta dengan Bandung dengan trayek tol via Jonggol atau Cigolarang lebih singkat dari tol yang saat ini.
Namun, akhirnya proyek ini gagal bersamaan dengan gagalnya rencana memindahkan ibu kota Indonesia ke Kawasan Jonggol.
Akhirnya jalan tol ini dibuat melintasi pegunungan timur Jatiluhur yang jalannya sebenarnya lebih curam dan diharuskan membangun banyak jembatan yang panjang dan tinggi untuk menyebrangi sungai dan jurang di trayek tersebut.
DUA TAHAP PEMBANGUNAN
Tahap 1: Cikampek-Sadang (dibuka pada 1 Agustus 2003) dan Padalarang-Cikamuning (dibuka pada 21 September 2003) (17,5 km)
Tahap 2: Sadang-Cikamuning (dibuka pada 26 April 2005) (41 km)
Melalui tol ini, jarak Jakarta-Bandung hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit (jika tidak macet) dan dihitung dari Cawang.
Jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Purbaleunyi (90 km). (*)
Editor : Faroq Zamzami