Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Dua Perempuan Cantik dalam Pusaran Kasus Polisi Bunuh Polisi di Gili Trawangan

Redaksi • 2025-07-11 09:47:38
Wanita dibalik pembunuhan Brigadir Nurhadi.
Wanita dibalik pembunuhan Brigadir Nurhadi.

 

Kasus pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi terus bergulir dengan terungkapnya detil-detil baru yang semakin mengarah pada dugaan pembunuhan yang direncanakan. Polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tragis ini. Mereka adalah Kompol Yogi, Misri Puspita Sari, dan Ipda Haris Chandra. Tewasnya Brigadir Nurhadi yang ditemukan di kolam renang villa di Gili Trawangan, Lombok Utara, mengundang tanda tanya besar, terutama setelah terungkapnya fakta bahwa korban sempat mencium seorang wanita bernama Melanie Putri sebelum meninggal.

Kejadian di Villa Privat Gili Trawangan

Peristiwa tersebut bermula saat Brigadir Nurhadi bersama para tersangka dan beberapa wanita, termasuk Melanie Putri, datang ke villa pribadi milik Kompol Yogi di Gili Trawangan pada Rabu malam, 16 April 2025. Di tengah perayaan pesta, yang turut melibatkan konsumsi narkoba, terjadi insiden yang mencengangkan.

Misri Puspita Sari, salah satu tersangka, mengungkapkan bahwa Brigadir Nurhadi sempat mendekati dan bahkan mencium Melanie Putri di sekitar kolam renang villa. Ketika itu, mereka dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi narkoba jenis riklona dan pil ekstasi, yang disediakan oleh Kompol Yogi.

"Misri menegur Nurhadi dan mengatakan 'Jangan begitu, itu cewek abangmu,'" ungkap kuasa hukum Misri, Yan Mangandar Putra. Namun, meski telah ditegur, Brigadir Nurhadi dan Melanie Putri dilaporkan kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke kamar mereka di hotel sebelah. Sementara itu, Ipda Haris Chandra terlihat beberapa kali bolak-balik dari vila menuju hotel, sebelum akhirnya masuk ke vila pada pukul 19.58 WITA, menurut rekaman CCTV hotel.

Penyelidikan dan Bukti Baru

Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa setelah kejadian tersebut, Brigadir Nurhadi ditemukan tewas di kolam renang villa. Kejanggalan langsung muncul karena kolam tersebut hanya memiliki kedalaman 1,2 meter, tidak sesuai dengan tinggi tubuh korban yang lebih dari 1,6 meter. Keluarga korban mencurigai ada sesuatu yang tidak beres, mengingat hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah Brigadir Nurhadi.

Dokter Forensik Unram, dr. Arfi Samsun, mengungkapkan bahwa tulang lidah korban patah akibat cekikan, dan terdapat luka memar pada bagian kepala depan dan belakang, yang diduga diakibatkan oleh benda tumpul. Hal ini menandakan bahwa sebelum tewas di kolam, Brigadir Nurhadi diduga diserang dengan cara yang sangat brutal.

Tersangka dan Sanksi

Dua dari tiga tersangka, Ipda Haris Chandra dan Kompol Yogi, adalah anggota kepolisian yang kini sudah ditahan dan dipecat dari Polda NTB setelah dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dalam sidang komisi kode etik Polri (KKEP). Mereka terbukti melanggar sejumlah pasal dalam Peraturan Kepolisian dan Peraturan Pemerintah mengenai pemberhentian anggota Polri.

Kasus ini semakin mencuat setelah hasil pemeriksaan poligraf menunjukkan bahwa sebagian besar jawaban para tersangka di TKP tidak konsisten, yang semakin memperkuat dugaan adanya niat jahat di balik peristiwa tersebut.

Kronologi Kejadian

Brigadir Nurhadi, yang diduga mengonsumsi obat penenang dan ekstasi dalam pesta tersebut, diduga sempat mendekati wanita yang menjadi teman salah satu tersangka. Peristiwa ini disaksikan oleh Misri, yang mencoba menegur korban. Namun, setelah beberapa jam, Brigadir Nurhadi ditemukan tidak bernyawa di dalam kolam. Penyidik masih mendalami peran setiap tersangka dalam kejadian tersebut, khususnya siapa yang melakukan pencekikan yang menyebabkan kematian korban.

Kasus ini menjadi sorotan karena beragam kejanggalan yang terungkap, mulai dari pesta narkoba yang melibatkan anggota kepolisian, hingga kematian Brigadir Nurhadi yang diselimuti misteri. Para tersangka kini menghadapi proses hukum yang berat, dengan penyidikan yang terus berlanjut untuk mengungkap lebih banyak fakta di balik kematian tragis Brigadir Nurhadi. Polisi berjanji akan mendalami lebih jauh siapa yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan yang mengarah pada pembunuhan ini. (*)

Editor : Indra Zakaria