Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Korban Bencana Sumut Terus Bertambah: 116 Meninggal Dunia, 42 Orang Masih dalam Pencarian

Redaksi Prokal • 2025-11-29 09:43:26
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/sgd.
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/sgd.

 

JAKARTA – Dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kian memprihatinkan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan pada Jumat (28/11/2025), total korban meninggal dunia di Sumut mencapai 116 orang, sementara sebanyak 42 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Suharyanto menjelaskan dalam konferensi pers di Jakarta bahwa dampak terparah bencana ini terpusat di Sumatera Utara, khususnya wilayah Tapanuli Tengah. Bencana ini juga melanda Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh. Kepala BNPB merinci jumlah korban meninggal dunia berdasarkan wilayah:

Tapanuli Tengah: 47 orang

Tapanuli Selatan: 32 orang

Kota Sibolga: 17 orang

Tapanuli Utara: 11 orang

Humbang Hasundutan: 6 orang

Pakpak Bharat: 2 orang

Kota Padang Sidempuan: 1 orang

Untuk wilayah Mandailing Natal, hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia. Suharyanto menekankan bahwa data ini akan terus diperbarui mengingat masih banyak lokasi yang belum terakses, sehingga kemungkinan adanya korban jiwa tambahan masih ada.

Terkait pengungsian, BNPB mencatat lebih dari 1.000 keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Titik pengungsian tersebar di beberapa kabupaten. Mandailing Natal: Tersebar di lima titik dengan sekitar 1.500 Kepala Keluarga (KK).

Tapanuli Tengah: Sekitar 1.100 KK mengungsi di fasilitas pemerintah daerah. Tapanuli Utara: Terpusat di satu titik (bangunan gereja) di jalur Tarutung-Sibolga, menampung sekitar 600 KK. Tapanuli Selatan: Sekitar 250 KK. Kota Sibolga: Sekitar 200 KK.

Humbang Hasundutan: Sekitar 150 KK.

Suharyanto menambahkan bahwa di Tapanuli Tengah, jumlah pengungsi yang terhitung pada siang hari hanya sekitar 600 KK karena sebagian masyarakat kembali mengecek rumah dan membantu pembukaan jalur yang terputus.

Meskipun kondisi jalur komunikasi dan transportasi per Jumat sudah relatif lebih baik dibandingkan tiga hari sebelumnya, BNPB masih terus berupaya keras.

"Yang pertama yang masih terus kita berusaha tembus adalah jalur dari Tapanuli Utara atau Tarutung menuju Sibolga. Ini adalah urat nadi atau jalan yang sangat vital, tetapi sekarang masih proses untuk pembukaan, dibuka oleh satgas gabungan," tutup Kepala BNPB Suharyanto. (*)

Editor : Indra Zakaria