Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

PT Dirgantara Indonesia Serahkan Pesawat CN235-100M Hasil Restorasi untuk Operasi Papua

Redaksi Prokal • 2026-01-12 11:30:00
Pesawat angkut militer CN235-100M yang telah direstorasi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI). (HO-PTDI)
Pesawat angkut militer CN235-100M yang telah direstorasi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI). (HO-PTDI)

BANDUNG — PT Dirgantara Indonesia (PTDI) membuktikan kemampuannya dalam memperpanjang usia pakai alutsista nasional. Perusahaan kedirgantaraan plat merah ini resmi menyerahkan satu unit pesawat angkut militer CN235-100M dengan nomor ekor A-2305 kepada TNI Angkatan Udara setelah berhasil merestorasi pesawat tersebut dari status unserviceable atau rusak berat menjadi laik terbang kembali.

Serah terima pesawat hasil pemulihan ini berlangsung di Hanggar Aircraft Services PTDI, Bandung, pada Jumat (9/1). Pesawat ini direncanakan segera terbang menuju wilayah timur Indonesia untuk memperkuat armada Skadron Udara 27 yang berbasis di Papua.

Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI AU, Marsekal Muda TNI Suryanto, menyatakan bahwa kehadiran kembali pesawat A-2305 ini sangat krusial bagi pertahanan di Papua. Saat ini, kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) di Skadron Udara 27 masih terbatas, sehingga restorasi ini menjadi solusi strategis dalam mendukung mobilitas operasi dan latihan di medan sulit.

Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar perbaikan biasa, melainkan sebuah mid-life upgrade. Pesawat yang dulunya menggunakan kokpit analog kini telah dimodernisasi menjadi digital kokpit. Selain itu, pemasangan Flight Management System (FMS) terbaru dilakukan untuk meningkatkan kesadaran situasional pilot demi keamanan terbang yang lebih tinggi.

Pekerjaan kompleks ini mencakup perpanjangan usia struktur pesawat, perbaikan total sistem avionik, hingga penyambungan ulang kabel (rewiring). Menariknya, pengerjaan teknis ini mayoritas dilakukan oleh sumber daya manusia muda di PTDI, menunjukkan keberlanjutan keahlian teknisi pesawat dalam negeri.

Sebelum diserahterimakan, pesawat ini telah melalui serangkaian uji coba dan mengantongi Authority Flight Acceptance dari Indonesia Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada 6 Januari 2026. Selain untuk misi tempur dan angkut militer, pesawat dengan interior baru ini juga disiapkan untuk misi bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Langkah restorasi ini dinilai sebagai bentuk efisiensi anggaran pertahanan negara. Dibandingkan membeli unit baru, mengaktifkan kembali pesawat yang sudah ada dengan peningkatan teknologi modern memberikan keuntungan ganda dalam hal kesiapan operasional dan penghematan biaya. (*)

Editor : Indra Zakaria