BANDUNG BARAT – Jajaran Kodam III/Siliwangi tengah mendalami informasi mengenai dugaan hilangnya 23 anggota TNI dalam musibah tanah longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Pihak militer saat ini terus melakukan konfirmasi di lapangan untuk memastikan status keberadaan para prajurit tersebut di tengah situasi darurat yang masih berlangsung.
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya belum bisa memberikan pernyataan pasti dan masih menunggu perkembangan laporan dari tim di titik lokasi. Ia menegaskan bahwa koordinasi terus dilakukan secara intensif agar informasi mengenai anggota yang belum diketahui keberadaannya dapat segera diverifikasi kebenarannya.
Upaya pencarian seluruh korban di lokasi bencana menghadapi kendala yang sangat berat. Mahmuddin mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi penghalang utama karena hujan deras yang disertai angin kencang masih terus mengguyur wilayah tersebut. Selain itu, kondisi material longsor yang masih bergerak serta aliran air yang kuat menyebabkan alat berat belum memungkinkan untuk dikerahkan ke lokasi evakuasi.
Tantangan teknis lainnya adalah luasnya area terdampak, di mana jarak antara titik longsor bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer. Hal ini menuntut kewaspadaan tinggi dari tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan yang bersiaga agar proses evakuasi tidak justru menimbulkan korban baru akibat potensi longsor susulan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Sabtu sore, musibah ini telah mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, sementara puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang. Puluhan rumah warga tertimbun material tanah, memaksa ratusan jiwa terdampak untuk mengungsi. Saat ini, warga yang berhasil selamat telah ditempatkan di posko darurat Kantor Desa Pasirlangu untuk mendapatkan perawatan dan perlindungan sementara. (*)
Editor : Indra Zakaria