Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pabrik Sandal Pabrik Terbakar, Begini Kata Petugas Pemadam

Redaksi Prokal • 2026-01-28 11:22:01
Kebakaran pabrik sandal jepit.
Kebakaran pabrik sandal jepit.

MEDAN – Upaya pemadaman kebakaran hebat yang melanda pabrik karet PT Garuda Mas Perkasa, produsen sandal legendaris Swallow, masih terus berlanjut hingga Rabu (28/1/2026). Meski api masih berkobar di bagian dalam bangunan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan membawa kabar baik dengan memastikan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam musibah besar tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Damkarmat Medan, Wandro Malau, menegaskan bahwa prioritas utama petugas saat ini adalah menuntaskan operasi pemadaman yang telah berlangsung sejak Selasa malam. Untuk menjinakkan si jago merah, kekuatan penuh dikerahkan dengan total 20 unit mobil pemadam dari Pemerintah Kota Medan, yang dibantu armada tambahan dari Pemerintah Provinsi, Brimob, Kota Binjai, hingga pihak swasta. Kendala utama di lapangan adalah api yang masih terjebak di dalam ruangan dengan material yang sangat mudah terbakar, sehingga perhitungan luas area yang hangus belum dapat dipastikan.

Peristiwa yang bermula pada Selasa malam tersebut menyisakan trauma mendalam bagi warga di kawasan Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli. Keheningan malam pecah oleh jeritan panik dan rentetan ledakan keras yang diduga berasal dari ruangan penyimpanan bahan kimia atau "ruang obat". Marsya, salah satu warga setempat, menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya harus mengangkut barang-barang berharga ke bahu jalan di tengah suhu panas yang menyengat dan kepulan asap hitam pekat yang terus membumbung.

Kepanikan warga sangat beralasan, mengingat lokasi pabrik yang bersentuhan langsung dengan kawasan padat penduduk. Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa api merambat dengan sangat cepat setelah melahap gudang penyimpanan bahan baku dasar karet. Ledakan yang terjadi berulang kali sempat menjadi hambatan besar bagi petugas DPKP Kota Medan saat berupaya melokalisir api agar tidak merembet ke rumah-rumah warga.

Hingga saat ini, ratusan warga masih terlihat berjaga-jaga di pinggir jalan raya sambil memantau proses pendinginan yang dilakukan petugas. Meskipun api sudah mulai dapat dikendalikan dari sisi luar, petugas tetap waspada terhadap potensi titik api tersembunyi di balik reruntuhan material pabrik. Kerja keras tim gabungan diharapkan dapat segera mengakhiri situasi darurat ini tanpa menyisakan dampak kesehatan serius akibat paparan asap kimia bagi warga sekitar. (*)

 

Editor : Indra Zakaria